Kemendag Dorong Lulusan Akmet Adaptif Hadapi Perkembangan Teknologi

Reporter : Husni Nursyaf
Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri dalam Sidang Senat Terbuka Wisuda ke-8 Akademi Metrologi dan Instrumentasi (Akmet) Tahun 2026 di Kampus Akmet, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang.

Sumedang, MEMANGGIL.CO - Kementerian Perdagangan mendorong lulusan Akademi Metrologi dan Instrumentasi (Akmet) terus memperbarui kompetensi agar mampu mengikuti perkembangan teknologi di sektor perdagangan.

Kebutuhan tersebut mencakup teknologi digital, instrumentasi, energi, hingga kendaraan listrik dan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri menyampaikan hal itu dalam Sidang Senat Terbuka Wisuda ke-8 Akmet Tahun 2026 di Kampus Akmet, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, Kamis (24/9/2026).

Menurut Roro, perkembangan teknologi turut menciptakan kebutuhan baru terhadap kompetensi di bidang metrologi dan instrumentasi.

“Metrologi bukan hanya tentang angka dan alat ukur, tetapi juga tentang kepercayaan. Setiap hasil pengukuran harus dapat dipertanggungjawabkan karena berkaitan dengan kepentingan masyarakat dan dunia usaha,” ujar Roro.

Ia mengatakan kompetensi metrologi diperlukan untuk mendukung perdagangan yang adil, tertib, dan tepercaya.

Roro menjelaskan metrologi legal berperan dalam memberikan kepastian hasil pengukuran sekaligus melindungi konsumen dan memberikan kepastian bagi pelaku usaha.

Karena itu, lulusan Akmet dituntut mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi yang berdampak pada sistem pengukuran dalam perdagangan.

Salah satu perkembangan yang menjadi perhatian adalah kendaraan listrik dan SPKLU.

Kemendag bersama Korea International Cooperation Agency (KOICA) sejak 23 Juni 2025 telah menjalankan kerja sama pembangunan sistem metrologi legal dan laboratorium pengujian alat ukur pengisi daya kendaraan listrik.

Kerja sama tersebut berlangsung selama lima tahun dengan cakupan pengembangan laboratorium, penyusunan regulasi teknis, dan penguatan sumber daya manusia metrologi legal.

Program itu menjadi salah satu contoh kebutuhan baru di bidang metrologi seiring berkembangnya teknologi dan infrastruktur kendaraan listrik.

Hingga 2026, Akmet telah meluluskan 430 orang yang bekerja di berbagai wilayah dan sektor. Para alumninya berkiprah di instansi pemerintah, industri, dan jasa, termasuk pada bidang metrologi, kalibrasi, instrumentasi, pengendalian mutu, engineering, serta bidang teknis lainnya.

Pada wisuda ke-8 tahun ini, sebanyak 67 lulusan Ahli Madya Metrologi dan Instrumentasi dikukuhkan.

Mereka mencatat rata-rata IPK 3,57 dengan IPK tertinggi 3,90, sementara 35 lulusan meraih predikat Dengan Pujian, 31 Sangat Memuaskan, dan satu orang memperoleh predikat Memuaskan.

Kepala Badan Sumber Daya Manusia Perdagangan Djatmiko Bris Witjaksono menyampaikan apresiasi kepada KT&G yang memberikan beasiswa kepada 64 lulusan berprestasi secara akademik pada 2025.

Dukungan tersebut disebut turut membantu pengembangan sumber daya manusia di bidang metrologi.

Roro berharap lulusan Akmet tidak berhenti pada kompetensi yang diperoleh selama pendidikan.

Mereka juga didorong terus mengembangkan kemampuan, berinovasi, dan memanfaatkan peluang yang muncul sesuai bidang keahlian.

“Kami berharap para lulusan Akmet dapat memanfaatkan berbagai peluang yang ada dengan terus mengembangkan kompetensi, berani berinovasi, dan mampu menciptakan peluang usaha sesuai dengan bidang yang dikuasai,” ujarnya.

 

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru