MEMANGGIL.CO – Idul Adha menjadi berkah tersendiri bagi produsen arang berbahan batok kelapa di Kelurahan Gedongombo, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, Minggu (18/06/2023). Sejak sepekan terakhir, para pekerja di pabrik arang milik Ismawati ini harus bekerja ekstra untuk memenuhi pesanan yang terus bertambah.
Kebiasaan masyarakat memasak daging kurban pada perayaan Idul Adha, membuat permintaan arang terus meningkat. Jika hari biasa, produsen arang ini hanya memproduksi 4 kuintal arang batok dalam seminggu. Namun, kini mereka harus memproduksi 6 kuintal arang batok dalam seminggu.
Baca juga: Nomor Ponsel Diretas, Pejabat Pemkab Tuban yang Ganti Kontak Bertambah Jadi Lima Orang
“Biasanya itu seminggu hanya dua kali produksi, tapi sekarang tiga kali, karena banyak pesanan. Sekali produksi dua kuintal,” ungkap Ismawati.
Baca juga: Nomor Lama Diretas, Tiga Kadis Tuban Hadapi Serangan Hacker
Lanjutnya, satu kilo arang batok yang sudah jadi dijual dengan harga Rp 8.000. Arang berbahan dasar batok kelapa ini disetorkan ke sejumlah pedagang arang di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Tuban.
“Kalau saya ini kan tinggal setorkan ke pedagang. Jadi yang pesan banyak itu dari pedagang karena banyak warga yang pesan untuk persiapan bakar sate,” jelas wanita 50 tahun ini.
Baca juga: RSUD Tuban Tak Layani Pasien Jantung Sebulan, Ini Alasannya
Terdapat berbagai jenis arang, diantaranya arang kayu, arang batok kelapa, arang briket serta arang sekam padi. Namun arang batok kelapa lebih digemari, karena menghasilkan panas merata dan tahan lama, sehingga cocok untuk bakar sate membakar sate daging kambing maupun sapi.
Editor : Khusni Mubarok