MEMANGGIL.CO Tim gabungan dari Kepolisian Resor (Polres) Pamekasan dan TNI berhasil membongkar puluhan lokasi perjudian yang disamarkan sebagai lomba kelereng di Kabupaten Pamekasan, Rabu (28/1).

Dalam operasi yang dilakukan selama tiga hari terakhir, petugas berhasil mengungkap 10 lokasi perjudian yang tersebar di beberapa kecamatan.

Kapolres Pamekasan, AKBP Hendra Eko Triyulianto, menjelaskan bahwa lokasi-lokasi perjudian tersebut terletak di lima kecamatan, yakni Pademawu, Pamekasan, Proppo, Tlanakan, dan Pakong.

"Ada 10 lokasi yang kami bongkar, tersebar di tiga kelurahan dan enam desa," ujar AKBP Eko.

Rinciannya, di Kecamatan Pademawu ditemukan satu lokasi di Kelurahan Larangan Daya, di Kecamatan Pamekasan ada dua lokasi di Kelurahan Kolpajung dan Kelurahan Bugih, serta satu lokasi di Kecamatan Proppo, tepatnya di Desa Sameran.

Di Kecamatan Tlanakan, tujuh lokasi tersebar di empat desa, yakni Desa Taroan, Larangan Slampar, Kramat, dan Gugul. Sementara itu, di Kecamatan Pakong, ditemukan satu lokasi di Desa Lebek.

Dijelaskan, operasi ini berawal dari laporan masyarakat yang mengungkapkan adanya perjudian dengan kedok lomba kelereng. Menanggapi laporan tersebut, Polres Pamekasan langsung berkoordinasi dengan TNI dan aparat setempat untuk melakukan penggerebekan.

HUT RI

Kapolres mengatakan bahwa pihaknya memilih pendekatan humanis dalam pembongkaran lokasi perjudian tersebut.

"Kami meminta kesadaran dari pemilik lomba kelereng untuk membongkar sendiri arena perjudian tersebut, dengan dukungan dari aparat kecamatan, desa, dan tokoh masyarakat," jelas AKBP Eko.

Dengan terselesaikannya operasi ini, Kapolres berharap Pamekasan bisa terbebas dari praktik perjudian dalam bentuk apapun.

"Kami mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan jika menemukan indikasi adanya perjudian di wilayah Pamekasan," tambahnya.