Jakarta, MEMANGGIL.CO - Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) kembali membuka peluang studi lanjut jenjang magister melalui Program Beasiswa S2 Double Degree (Split-Site Master Program Cohort-10).
Program ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Kemenag RI, Australia Awards Indonesia, dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan RI, ditulis Selasa (27/1/2026).
Beasiswa prestisius ini dirancang untuk mencetak sumber daya manusia unggul di bidang pendidikan keagamaan dengan pengalaman akademik internasional.
Calon awardee yang lolos seleksi akan menempuh pendidikan selama dua tahun, dengan skema satu tahun studi di Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris UIN Sunan Ampel Surabaya dan satu tahun di Teaching English to Speakers of Other Languages (TESOL), University of Canberra, Australia.
Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI, Kamaruddin Amin, menegaskan bahwa program ini menjadi bagian dari komitmen Kemenag dalam memperkuat kualitas pendidikan tinggi keagamaan di Indonesia melalui kolaborasi global.
“Program Beasiswa Master Gelar Ganda merupakan komitmen strategis terhadap kolaborasi internasional, keunggulan akademik, dan pengembangan kepemimpinan di sektor pendidikan tinggi keagamaan Indonesia,” ujar Kamaruddin Amin.
Pendaftaran beasiswa ini dibuka mulai 25 Januari hingga 15 Februari 2026. Proses pendaftaran dilakukan secara daring melalui laman resmi beasiswa.kemenag.go.id. Peserta akan melalui sejumlah tahapan seleksi, mulai dari seleksi administrasi, tes bakat skolastik, wawancara oleh Kementerian Agama, hingga seleksi substansi oleh Australia Awards Indonesia.
Program beasiswa ini diperuntukkan bagi keluarga besar Kementerian Agama, meliputi pendidik seperti guru, ustadz, dan kyai, tenaga kependidikan pada lembaga pendidikan keagamaan dasar dan menengah, dosen, alumni Perguruan Tinggi Keagamaan (PTK), serta pegawai Kementerian Agama.
Adapun persyaratan pendaftaran Beasiswa S2 Double Degree Kemenag adalah sebagai berikut:
• Tenaga pendidik, tenaga kependidikan, pegawai di lingkungan Kementerian Agama, dan/atau alumni Perguruan Tinggi Keagamaan (PTK).
• Berusia maksimal 40 tahun per 31 Desember 2026.
• Lulusan S-1 atau D-4 dari seluruh program studi dengan IPK minimal 3,00 (skala 4,00).
• Belum pernah dan tidak sedang menempuh pendidikan Magister (S-2).
• Memiliki kemampuan bahasa Inggris dengan skor minimal IELTS 6.0 atau TOEFL ITP 500.
• Memperoleh surat rekomendasi dari instansi terkait dan/atau akademisi atau tokoh masyarakat.
• Tidak sedang menerima pembiayaan pendidikan atau beasiswa dari sumber lain.
• Menulis personal statement atau motivation essay.
• Menyusun rencana studi (study plan).
• Tidak sedang atau akan mendaftar sebagai ASN (CPNS/PPPK) selama menjadi calon penerima atau penerima beasiswa.
• Menyetujui pernyataan komitmen dan integritas dalam aplikasi pendaftaran.
Melalui program ini, Kementerian Agama berharap para penerima beasiswa mampu menjadi agen perubahan di lingkungan pendidikan keagamaan, sekaligus membawa praktik dan perspektif internasional untuk memperkuat mutu pendidikan Islam di Indonesia.