Blora, MEMANGGIL.CO – Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PK IMM) Ibnu An-Nafis Blora kembali menggelar Darul Arqom Dasar (DAD) sebagai tahapan kaderisasi formal bagi mahasiswa.
Kegiatan yang berlangsung selama empat hari, 22–25 Januari 2026, ini diikuti sekitar 80 peserta dari berbagai komisariat di bawah naungan Pimpinan Cabang IMM Blora.
DAD yang dipusatkan di Desa Sambongrejo, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora, mengusung tema Merawat Ideologi, Menguatkan Ikatan, dan Meneguhkan Perkaderan IMM.
Tema tersebut menegaskan komitmen IMM dalam membangun karakter kader yang ideologis, progresif, serta siap berkontribusi bagi masyarakat.
Ketua Umum PK IMM Ibnu An-Nafis, Immawan Ibnu, menegaskan bahwa kader IMM harus memiliki mental tangguh dan daya juang tinggi dalam menghadapi berbagai dinamika sosial.
“Proses kaderisasi tidak selalu nyaman. Kader harus siap ditempa, diuji, bahkan terbentur agar terbentuk menjadi pribadi yang matang, kritis, dan berani mengambil peran,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Umum PC IMM Blora, Immawan Ammar, menekankan pentingnya solidaritas dan kekuatan kolektif antar kader.
Menurutnya, IMM harus menjadi ruang tumbuh yang mampu melahirkan kader berkarakter kuat serta berdampak luas.
“Kader IMM harus seperti pohon beringin, kokoh, memberi perlindungan, dan menghadirkan manfaat bagi lingkungan sekitarnya,” ujarnya.
Dukungan juga disampaikan Kepala Desa Sambongrejo, Siswandi, yang mengapresiasi kepercayaan panitia menjadikan wilayahnya sebagai lokasi kegiatan.
Ia berharap seluruh rangkaian acara berjalan lancar serta membawa dampak positif bagi masyarakat desa.
“Kami menyambut baik kegiatan ini dan berharap kehadiran para kader IMM turut memberikan energi positif bagi desa kami,” ungkap Siswandi.
Ayahanda PCM Tunjungan, Fauzi, dalam arahannya menekankan bahwa organisasi merupakan sarana penting dalam membentuk karakter, kepemimpinan, serta kepekaan sosial mahasiswa.
“Organisasi adalah sekolah kehidupan. Dari sinilah mahasiswa belajar kepemimpinan, tanggung jawab, dan pengabdian,” tandasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua I STAIM yang diwakili Widodo, mengingatkan pentingnya menjaga adab, etika, dan integritas akademik.
“Ilmu tanpa adab akan kehilangan maknanya. Kader IMM harus menjunjung tinggi etika dalam berorganisasi dan kehidupan sehari-hari,” pesannya.
Melalui DAD ini, PK IMM Ibnu An-Nafis Blora menargetkan lahirnya kader-kader berideologi kuat, memiliki kepekaan sosial tinggi, serta siap menjadi motor penggerak perubahan di lingkungan kampus maupun masyarakat luas.