Blora, MEMANGGIL.CO – Nama Alas Todanan di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, bukan sekadar hamparan hutan jati biasa. Di balik rimbunnya pepohonan dan jalanan sunyi yang membelah kawasan tersebut, tersimpan beragam kisah mistis yang turun-temurun diceritakan warga sekitar.

Alas Todanan dikenal sebagai salah satu kawasan hutan jati yang cukup lebat di wilayah Blora. Pada siang hari, area ini tampak seperti hutan pada umumnya tenang, alami, dan menjadi jalur alternatif penghubung antar desa. Namun suasana berubah drastis saat malam tiba.

Warga setempat mengaku kerap mendengar suara aneh di tengah malam. Mulai dari langkah kaki tanpa wujud, suara perempuan menangis, hingga penampakan sosok tinggi besar yang berdiri di antara batang jati.

Salah satu cerita yang paling sering terdengar adalah kisah pengendara motor yang tersesat meski sudah hafal jalur. Mereka mengaku seperti berputar-putar di tempat yang sama. Arah yang seharusnya lurus mendadak terasa berkelok, sementara sinyal ponsel hilang seketika.

“Kalau lewat setelah magrib, suasananya beda. Angin terasa lebih dingin dan sunyi sekali. Kadang ada suara seperti orang memanggil dari dalam hutan,” ujar seorang warga Todanan yang enggan disebut namanya.

Cerita lain menyebutkan adanya sosok perempuan berambut panjang yang kerap terlihat duduk di pinggir jalan. Beberapa pengemudi mengaku melihatnya sekilas sebelum tiba-tiba menghilang saat didekati.

Sate Pak Rizki

Tak sedikit pula yang mengaitkan Alas Todanan dengan kisah makhluk gaib penunggu hutan jati. Kepercayaan lokal menyebutkan bahwa hutan tersebut dihuni “penguasa” yang harus dihormati. Warga biasanya menyarankan agar siapa pun yang melintas tetap menjaga sopan santun, tidak berkata kasar, serta tidak menantang hal-hal mistis.

Meski belum ada bukti ilmiah terkait berbagai penampakan tersebut, cerita horor Alas Todanan terus menjadi bagian dari folklore lokal. Bagi sebagian orang, kisah ini menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi pemburu cerita mistis dan konten horor.

Namun aparat desa mengingatkan masyarakat untuk tetap berhati-hati dan tidak menyebarkan informasi yang berpotensi menimbulkan ketakutan berlebihan. Mereka menegaskan bahwa secara umum jalur Alas Todanan aman dilalui, terutama pada siang hari.

Terlepas dari benar atau tidaknya kisah tersebut, satu hal yang pasti: sunyi Alas Todanan di malam hari memang menyisakan kesan mendalam bagi siapa saja yang pernah melintas.