Blora, MEMANGGIL.CO - Pemerintah Desa (Pemdes) Plosorejo menegaskan bahwa pada tahun anggaran 2026, fokus penggunaan dana desa diarahkan pada penguatan dan penyelesaian program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Kebijakan ini diambil sebagai bentuk penyesuaian terhadap kebijakan efisiensi anggaran yang berdampak pada sejumlah program pembangunan desa.

Kepala Desa Plosorejo, Akhmad Muslih, melalui Sekretaris Desa Plosorejo, Sukisnan, menyampaikan bahwa di tengah efisiensi anggaran yang masih berjalan, pemerintah desa harus menentukan skala prioritas.

Tahun ini, KDMP menjadi sasaran utama agar dapat segera terselesaikan dan berjalan optimal sebelum program lain dikembangkan lebih lanjut.

“Dengan adanya efisiensi anggaran, kami harus fokus pada program yang benar-benar prioritas. Harapannya koperasi desa ini bisa segera tuntas dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya, ditulis Selasa (17/2/2026)

Meski demikian, pemerintah desa memastikan bahwa setiap perubahan kebijakan maupun program baru selalu diawali dengan sosialisasi kepada masyarakat.

Sate Pak Rizki

Selain itu, seluruh program desa juga dipastikan diinformasikan secara terbuka agar warga mengetahui arah kebijakan yang diambil. Terkait pemberdayaan masyarakat, pemerintah desa mengakui bahwa dampak efisiensi masih terasa.

Beberapa kegiatan pemberdayaan tetap berjalan, termasuk sosialisasi dan pelatihan yang terkadang menghadirkan narasumber dari luar desa. Namun, partisipasi masyarakat dalam menindaklanjuti program tersebut dinilai belum sepenuhnya optimal.

“Kami tetap berupaya menghadirkan program pemberdayaan. Memang terkadang respons masyarakat belum maksimal, tetapi kegiatan tetap ada dan terus kami dorong agar lebih berkembang,” tambahnya.

Pemdes Plosorejo berharap, dengan fokus penyelesaian Kopdes serta tetap menjaga transparansi dan pemberdayaan masyarakat, roda ekonomi desa dapat terus bergerak meski di tengah keterbatasan anggaran.