Mojokerto, MEMANGGIL.CO - Upaya memperkuat ekonomi kerakyatan di tingkat desa mulai diwujudkan di Kabupaten Mojokerto melalui pengoperasian puluhan Koperasi Desa Merah Putih. Sebanyak 80 koperasi kini resmi berjalan dan mulai melayani kebutuhan masyarakat di berbagai wilayah desa.

Peresmian operasional koperasi dipusatkan di Desa Seduri, Kecamatan Mojosari, Sabtu (16/5/2026). Program tersebut digadang menjadi salah satu solusi untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau sekaligus memperkuat perputaran ekonomi desa.

Komandan Kodim 0815/Mojokerto, Kolonel Inf Abi Swanjoyo, mengatakan koperasi yang telah dibentuk itu akan terus dikembangkan hingga menjangkau lebih banyak desa di Mojokerto Raya.

“Pelaksanaan launching hari ini menjadi langkah awal operasional Koperasi Desa Merah Putih. Saat ini sudah ada 80 koperasi yang siap melayani masyarakat dan jumlahnya akan terus bertambah,” katanya.

Ia menjelaskan, koperasi tidak hanya bergerak di bidang simpan pinjam, tetapi juga menyediakan berbagai layanan lain seperti penjualan sembako murah, apotek desa, hingga layanan kesehatan dasar.

Menurut Abi, keberadaan koperasi diharapkan mampu meringankan beban masyarakat di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok di pasaran.

Salah satu hal yang paling dirasakan warga ialah harga minyak goreng yang dinilai jauh lebih murah dibanding toko umum. Warga Desa Seduri, Eni, mengaku terbantu dengan selisih harga yang cukup signifikan.

“Biasanya beli minyak goreng dua liter harganya di atas Rp40 ribu. Di koperasi ini hanya sekitar Rp31 ribu, jadi sangat membantu warga,” ujarnya.

Sate Pak Rizki

Antusiasme serupa juga disampaikan Sagita, warga Mojosari. Ia berharap keberadaan koperasi terus dipertahankan karena memberi dampak langsung bagi masyarakat kecil.

“Semoga terus berjalan karena masyarakat benar-benar merasa terbantu. Harga barang lebih murah dibanding di luar,” katanya.

Selain memenuhi kebutuhan rumah tangga, program Koperasi Desa Merah Putih juga diarahkan untuk mendukung sektor pertanian desa. Hasil panen petani nantinya akan difasilitasi agar memiliki harga jual yang lebih stabil dan tidak lagi sepenuhnya bergantung pada tengkulak.

Abi menegaskan, pengelolaan koperasi ke depan akan dilakukan secara mandiri oleh pemerintah desa bersama masyarakat setempat.

“Tugas kami membantu mendorong pembangunan dan operasional awalnya. Setelah itu koperasi menjadi milik desa dan harus memberikan manfaat nyata bagi warga,” jelasnya.

Keberadaan Koperasi Desa Merah Putih kini mulai menarik perhatian masyarakat Mojokerto karena dinilai mampu menghadirkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau sekaligus membuka peluang penguatan ekonomi berbasis desa.