Surabaya, MEMANGGIL.CO - Fakultas Farmasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya meluncurkan empat produk inovasi kosmetik berbasis teknologi nano. 

Rektor Unair Prof. Muhammad Madyan mengatakan, peluncuran empat produk perawatan kulit hasil olah riset dosen dan mahasiswa Fakultas Farmasi ini merupakan bagian upaya hilirisasi agar riset kampus berwujud produk. 

"Setiap tahunnya Unair mampu menghasilkan sekitar 3.200 riset," kata Madyan, Selasa (22/09/2026). 

Madyan juga terus mendorong agar hasil penelitian akademisi berwujud produk nyata untuk mendukung capaian Unair sebagai kampus wirausaha kelas dunia.

"Kerja sama kampus dengan mitra industri sangat penting. Kami siap mengerjakan riset sesuai permintaan pasar atau menawarkan produk inovasi terbaru hasil temuan para peneliti kami," ujarnya.

Empat produk yang dikembangkan Pusat Unggulan Iptek Perguruan Tinggi Kesehatan Kulit dan Teknologi Kosmetik (PUI-PT SCT) Unair meliputi serum anti-penuaan, sabun badan, pembersih wajah, dan tabir surya.

"Riset ini berjalan sejak 2015. Kami memakai teknologi nano berbasis lipid agar bahan aktif Q10 bisa masuk lebih dalam ke kulit," terang Ketua PUI-PT SCT Unair Prof. apt. Tristiana Erawati Munandar.

Tristiana memastikan seluruh varian telah melewati pengujian klinis serta mengantongi izin resmi.

"Semua produk sudah punya izin edar BPOM dan bersertifikat halal. Barang ini tidak memakai sistem pesanan khusus melainkan siap dijual langsung kepada publik bersama mitra industri," jelasnya. 

Sementara itu, Dekan Fakultas Farmasi Unair Prof. apt. Dewi Melani Hariyadi menyebutkan tahap awal produksi sebanyak 500 unit per item. Distribusi awal diarahkan untuk konsumsi internal kampus.

"Pusat bisnis kampus sudah memesan 300 sabun per bulan bagi asrama mahasiswa. Kami juga menyiapkan pasokan amenities untuk Rumah Sakit Unair dan mini hotel kampus," terang Dewi.

Penjualan untuk publik dilayani melalui Pusat Inkubator dan Percepatan Bisnis (Pasinbis) Unair. Masyarakat dapat memesan lewat situs resmi TokoUA atau jejaring kemitraan kampus.

"Kami memproduksi 300 unit berkala tiap dua bulan sesuai kesepakatan dengan mitra industri. Jika kepercayaan publik makin menguat, volume pembuatan tentu akan kami naikkan secara bertahap," pungkas Dewi.