Bogor, MEMANGGIL.CO - Institut Teknologi dan Bisnis Visi Nusantara (ITB Vinus) Bogor memperkuat konsep pendidikan tinggi yang tidak hanya berorientasi pada pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga mendorong mahasiswa terlibat langsung dalam pemberdayaan masyarakat.
Komitmen tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan kampus baru ITB Vinus sekaligus pembukaan Pekan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (P2BAK) di Komplek Pendidikan Terpadu, Jalan Raya Karadenan Nomor 32, Kelurahan Karadenan, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Kamis (24/9/2026).
Ketua Yayasan Visi Nusantara Maju yang menaungi ITB Vinus, Yusfitriadi, mengatakan perguruan tinggi tidak semestinya hanya menjadi tempat mahasiswa mengejar gelar akademik. Menurutnya, keberadaan kampus harus memberikan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.
“Kami memilih jalur untuk mendekatkan diri ke masyarakat,” ujar Yusfitriadi.
Pendekatan tersebut salah satunya diwujudkan dengan memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan tinggi. Saat ini, ITB Vinus memiliki sekitar 1.200 mahasiswa dari angkatan pertama hingga keempat.
Dari jumlah tersebut, sekitar separuh mahasiswa mendapatkan beasiswa penuh. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya kampus membuka kesempatan pendidikan bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan ekonomi.
Selain akses pendidikan, ITB Vinus mengembangkan pola pembelajaran yang menghubungkan teori akademik dengan persoalan nyata di tengah masyarakat. Salah satu fokus yang dikembangkan adalah pendidikan berbasis pemberdayaan desa.
Melalui konsep tersebut, mahasiswa mulai diarahkan terjun ke lapangan sejak semester kedua. Mereka tidak hanya belajar mengenai teori pengelolaan bisnis dan teknologi, tetapi juga didorong ikut melihat langsung berbagai persoalan serta potensi yang dimiliki masyarakat desa.
Keterlibatan mahasiswa antara lain diarahkan pada pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), kegiatan riset, hingga membantu digitalisasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di tingkat desa.
“Mahasiswa kita sudah turun gunung kerja di desa,” kata Yusfitriadi.
Menurutnya, pengalaman turun langsung ke masyarakat menjadi bagian penting dalam membentuk kemampuan mahasiswa. Dengan terlibat dalam persoalan riil, mahasiswa diharapkan mampu memahami kebutuhan masyarakat sekaligus mencari solusi berdasarkan keilmuan yang mereka pelajari.
Konsep tersebut juga diarahkan untuk membangun jiwa kewirausahaan mahasiswa sejak awal masa perkuliahan. Kampus melakukan pemetaan minat bisnis mahasiswa sejak semester pertama untuk mengetahui potensi usaha yang dapat dikembangkan.
Tugas akhir mahasiswa pun diarahkan tidak hanya berhenti sebagai karya akademik, tetapi dapat dikembangkan menjadi rintisan bisnis yang memiliki peluang untuk dilanjutkan setelah mahasiswa menyelesaikan pendidikan.
Melalui pola tersebut, ITB Vinus mendorong mahasiswa tidak hanya mempersiapkan diri sebagai pencari kerja. Mereka juga diarahkan memiliki kemampuan menciptakan usaha dan membuka peluang pekerjaan bagi masyarakat di sekitarnya.
Saat ini ITB Vinus memiliki tiga program studi, yakni S1 Bisnis Digital, S1 Sistem Informasi, dan S1 Entertainment.
Yayasan Visi Nusantara Maju juga menyiapkan agenda pengembangan ekosistem kewirausahaan mahasiswa melalui rencana penyelenggaraan UMKM Exhibition di Stadion Pakansari. Kegiatan tersebut ditargetkan melibatkan ribuan mahasiswa yang telah memiliki atau sedang mengembangkan usaha.
Di sisi lain, pembangunan kampus baru menjadi bagian dari pengembangan sarana pendidikan ITB Vinus. Kampus tersebut berdiri di atas lahan sekitar 1,7 hektare dengan status Hak Guna Bangunan (HGB).
Pada tahap awal, pembangunan mencakup bangunan sekitar 5.000 meter persegi. Pengembangan fasilitas kampus akan dilakukan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan institusi.
Pembangunan kampus baru tersebut diharapkan semakin memperkuat proses pembelajaran sekaligus memperluas ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan berbagai kegiatan akademik, kewirausahaan, dan pengabdian kepada masyarakat.
ITB Vinus menempatkan pemberdayaan masyarakat sebagai bagian dari arah pengembangan pendidikan. Mahasiswa tidak hanya dibekali pengetahuan sesuai bidang studi, tetapi juga pengalaman berinteraksi dan bekerja bersama masyarakat.
Dengan pendekatan tersebut, pendidikan tinggi diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi akademik sekaligus kemampuan membaca persoalan di lingkungan sekitar.
Pada akhirnya, kampus tidak hanya menjadi tempat mencetak lulusan yang siap masuk dunia kerja. ITB Vinus juga mendorong lahirnya mahasiswa dan lulusan yang mampu membangun usaha, mendampingi masyarakat, serta ikut menggerakkan potensi ekonomi di tingkat desa.