Jakarta, MEMANGGIL.CO - Hampir setiap orang memiliki tanda atau bintik pada bagian tubuh tertentu, salah satunya tahi lalat. Bagi sebagian masyarakat Jawa, posisi tahi lalat atau yang dalam tradisi dikenal sebagai andeng-andeng tidak sekadar dianggap sebagai tanda pada kulit, tetapi juga dikaitkan dengan karakter dan perjalanan hidup seseorang.
Kepercayaan tersebut tercatat dalam berbagai penafsiran Primbon Jawa. Letak tahi lalat yang berbeda disebut memiliki arti yang berbeda pula, mulai dari dikaitkan dengan rezeki, sifat pribadi, kemampuan berbicara, hingga gambaran mengenai perjalanan hidup.
Tidak sedikit orang yang penasaran ketika menemukan tahi lalat di wajah, kepala, leher, punggung, tangan maupun bagian tubuh lainnya. Lantas, di mana letak tahi lalat yang menurut Primbon Jawa dikaitkan dengan rezeki, dan bagaimana pula tafsir tahi lalat di hidung, bibir, pipi atau leher?
Berikut 38 letak tahi lalat beserta maknanya berdasarkan penafsiran yang dimuat dalam Kitab Primbon Jawa.
1. Ubun-ubun
Tahi lalat di bagian ubun-ubun dalam Primbon Jawa ditafsirkan sebagai tanda seseorang yang memiliki kecenderungan tamak terhadap harta serta sifat yang kurang baik.
2. Unyeng-unyeng atau Dahi Bagian Belakang
Letak ini dikaitkan dengan sosok yang banyak akal, cenderung pendiam, tetapi memiliki kecerdasan.
3. Kepala Bagian Belakang
Tahi lalat di bagian belakang kepala disebut sebagai pertanda pribadi yang dapat dipercaya, sabar dan bijaksana.
4. Kepala Sebelah Kanan
Dalam penafsiran Primbon Jawa, tahi lalat di kepala sebelah kanan dikaitkan dengan banyak rezeki.
5. Kepala Sebelah Kiri
Berbeda dengan sisi kanan, tahi lalat di kepala sebelah kiri dalam tafsir tersebut dikaitkan dengan pertanda kurang baik.
6. Dahi Kanan atau Kiri
Tahi lalat yang berada di bagian kanan atau kiri dahi disebut memiliki tafsir yang berkaitan dengan hal-hal buruk.
7. Dahi Bagian Tengah
Sementara itu, tahi lalat di tengah dahi dikaitkan dengan seseorang yang pandai dan memiliki hati yang baik.
8. Pelipis Kanan atau Kiri
Bagian pelipis termasuk salah satu posisi yang dalam Primbon Jawa dikaitkan dengan banyak rezeki.
9. Kelopak Mata Atas
Tahi lalat pada kelopak mata bagian atas, baik kanan maupun kiri, ditafsirkan sebagai tanda seseorang yang pandai membawa diri.
10. Kelopak Mata Bawah
Jika berada pada kelopak mata bagian bawah, tahi lalat disebut memiliki tafsir sebagai tanda seseorang yang sering mengalami penderitaan.
11. Ujung Mata
Tahi lalat di ujung mata kanan atau kiri dikaitkan dengan pribadi yang dapat dipercaya dan pendiam.
12. Pangkal Hidung
Pangkal hidung menjadi salah satu bagian yang ditafsirkan sebagai tanda orang yang pandai dan baik hati.
13. Alis Kanan
Dalam Primbon Jawa, tahi lalat di alis kanan dikaitkan dengan seseorang yang memiliki sifat suka menolong.
14. Alis Kiri
Berbeda dengan alis kanan, tahi lalat di alis kiri disebut sebagai pertanda banyak orang yang mencintainya.
15. Hidung
Tahi lalat pada bagian hidung termasuk posisi yang dalam penafsiran Primbon Jawa dikaitkan dengan banyak rezeki.
16. Hidung Bagian Bawah
Jika berada di bawah hidung, tahi lalat disebut memiliki makna seseorang yang pandai berbicara sekaligus dikaitkan dengan banyak rezeki.
17. Bibir Atas
Tahi lalat di bibir atas ditafsirkan sebagai tanda seseorang yang cerdas dan memiliki banyak rezeki.
18. Bibir Bawah
Sementara tahi lalat di bibir bawah dikaitkan dengan karakter baik hati.
19. Pipi Kanan atau Kiri
Tahi lalat pada bagian pipi kanan maupun kiri disebut memiliki makna seseorang yang dermawan.
20. Tengah Pipi
Jika berada di bagian tengah pipi, tahi lalat dikaitkan dengan seseorang yang disukai banyak orang.
21. Ujung Mulut
Tahi lalat di ujung mulut sebelah kanan disebut sebagai tanda seseorang yang pandai berbicara.
22. Dagu
Dalam tafsir Primbon Jawa, tahi lalat di dagu dikaitkan dengan orang yang pandai berbicara sekaligus dikenal jujur.
23. Telinga Kanan
Tahi lalat di telinga kanan ditafsirkan sebagai tanda pribadi yang keras kepala dan mudah marah.
24. Telinga Kiri
Sementara tahi lalat di telinga kiri dikaitkan dengan seseorang yang pandai dan jujur.
25. Leher Bagian Depan
Tahi lalat di bagian depan leher disebut memiliki makna seseorang yang bijaksana.
26. Leher Bagian Belakang
Jika berada di belakang leher, Primbon Jawa menafsirkannya sebagai karakter yang memiliki hati kecil dan cenderung mudah putus asa.
27. Bahu Kanan
Tahi lalat di bahu kanan dikaitkan dengan pribadi yang memiliki pendirian teguh.
28. Bahu Kiri
Sebaliknya, tahi lalat di bahu kiri disebut sebagai tanda seseorang yang pikirannya sering ruwet.
29. Buah Dada Kanan atau Kiri
Tahi lalat di bagian ini dalam penafsiran Primbon Jawa dikaitkan dengan seseorang yang memiliki nafsu besar.
30. Di Antara Buah Dada
Tahi lalat yang berada di antara kedua buah dada ditafsirkan sebagai tanda seseorang yang baik hati.
31. Punggung
Jika tahi lalat berada di punggung, maknanya dikaitkan dengan pribadi yang dapat dipercaya.
32. Tengah Perut
Tahi lalat di bagian tengah perut juga ditafsirkan sebagai tanda seseorang yang dapat dipercaya.
33. Pinggang
Tahi lalat di pinggang disebut memiliki makna seseorang yang jujur dan tabah.
34. Pantat
Dalam penafsiran Primbon Jawa, tahi lalat di bagian pantat dikaitkan dengan seseorang yang sering mengalami penderitaan.
35. Pangkal Paha
Tahi lalat di pangkal paha termasuk posisi yang disebut membawa tafsir positif, yakni dikaitkan dengan pribadi yang tangkas dan banyak rezeki.
36. Kemaluan
Tahi lalat di bagian kemaluan dalam Primbon Jawa dikaitkan dengan seseorang yang memiliki nafsu besar.
37. Lutut Bagian Depan
Tahi lalat di bagian depan lutut ditafsirkan sebagai tanda seseorang yang kuat berjalan.
38. Lutut Sebelah Dalam
Sedangkan tahi lalat pada bagian dalam lutut dikaitkan dengan seseorang yang memiliki hati tidak tetap atau mudah berubah.
Ada yang Dikaitkan dengan Rezeki
Dari 38 penafsiran tersebut, sejumlah posisi tahi lalat secara khusus dikaitkan dengan rezeki, di antaranya kepala sebelah kanan, pelipis, hidung, hidung bagian bawah, bibir atas, serta pangkal paha.
Sementara beberapa posisi lainnya lebih banyak dikaitkan dengan karakter, seperti tahi lalat di alis kanan yang ditafsirkan suka menolong, dagu yang dikaitkan dengan kemampuan berbicara dan kejujuran, serta punggung yang disebut sebagai tanda dapat dipercaya.
Menariknya, penafsiran tersebut menunjukkan bagaimana Primbon Jawa menghubungkan ciri fisik dengan gambaran karakter seseorang. Tradisi semacam ini menjadi bagian dari warisan pengetahuan budaya Jawa yang sejak lama digunakan untuk menafsirkan berbagai tanda dalam kehidupan.
Jangan Dijadikan Patokan Menentukan Nasib
Meski menarik untuk diketahui, makna tahi lalat menurut Primbon Jawa bukanlah fakta ilmiah. Tafsir mengenai watak, rezeki, keberuntungan maupun perjalanan hidup berdasarkan letak tahi lalat merupakan bagian dari kepercayaan dan tradisi yang berkembang di masyarakat.
Seseorang tidak seharusnya menentukan masa depan, karakter, ataupun kondisi kehidupannya hanya berdasarkan posisi tahi lalat pada tubuh.
Pada akhirnya, kepribadian, rezeki dan perjalanan hidup seseorang dipengaruhi oleh banyak faktor dalam kehidupan nyata. Tafsir Primbon Jawa dapat dipelajari sebagai bagian dari budaya, sementara keputusan penting tetap perlu didasarkan pada pertimbangan yang rasional.
Jadi, apakah ada tahi lalat di salah satu dari 38 posisi tersebut? Menurut Primbon Jawa, setiap letak memiliki tafsir berbeda. Namun, makna tersebut tetap merupakan bagian dari kepercayaan tradisional, bukan kepastian mengenai kehidupan seseorang.