Sekolah di Tamansari Persada Bogor Dituding Picu Kemacetan, Sejumlah Warga Resah

Reporter : Yudi Irawan
Dua perwakilan warga perumahan Tamansari Persada Kota Bogor yang terdampak akibat adanya penambahan Rombel pada Sekolah yang terletak di Perumahan tersebut karena dituding mengakibatkan kemacetan. (Memanggil.co/Y. Irawan)


Baca juga: Didukung Pokir DPRD Sumbar, Musala Darul Taqwa SMAN 1 Guguak Diresmikan

MEMANGGIL.CO- Sejumlah Warga Perumahan Taman Sari Persada, Kelurahan Cibadak, Kecamatan Tanah Sareal, Bogor, secara tegas menolak penambahan Rombongan Belajar (Rombel) di salah satu sekolah di lingkungan mereka.

Bentuk penolakan ini terlihat dari sejumlah spanduk yang dipasang warga, berisi pesan penolakan terhadap rencana tersebut.

Tri Wicaksono, perwakilan warga yang terdampak menjelaskan bahwa penolakan ini dilakukan demi menjaga keamanan dan kenyamanan lingkungan.

Selama ini, menurut Tri, warga yang berada di jalan utama merasa terganggu oleh aktivitas sekolah yang menyebabkan kepadatan lalu lintas dan berkurangnya ketenangan di wilayah perumahan.

"Setiap pagi, saat warga yang rumahnya berada di jalanan utama itu berangkat kerja, lalu lintas menjadi padat. Banyak orang lalu-lalang, dan tak jarang terjadi cekcok antara warga dan orang tua siswa," ujar Tri.

Baca juga: Cara Mudah Cek Bansos Januari 2026, Bisa Lewat Website dan Aplikasi Resmi Kemensos

Warga khawatir bahwa penambahan Rombel akan memperburuk situasi, membuat keamanan dan kenyamanan semakin berkurang. Keluhan terkait hal ini sudah disampaikan kepada pihak Kelurahan, Kecamatan, hingga Dinas Pendidikan (Disdik), namun hingga kini, warga merasa belum ada langkah nyata yang diambil.

Baca juga: Peringatan Dini Cuaca Jawa Tengah, Senin 12 Januari 2026: Hujan Petir dan Angin Kencang Masih Berpotensi Meluas

"Disdik harus memprioritaskan masalah ini. Kami mendorong agar persoalan ini segera diselesaikan, karena dikhawatirkan akan memicu konflik lebih lanjut antara warga yang terdampak dan pihak sekolah," tegas Tri.

Tri menekankan bahwa warga yang menolak adanya penambahan Rombel tersebut tidak menentang keberadaan sekolah di lingkungan mereka. Mereka mendukung pendidikan, tetapi berharap agar penambahan jumlah Rombel dapat dibatasi untuk menjaga kenyamanan bersama.

Editor : Yudi Irawan

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru