Alasan OpenAI Tolak Tawaran Akuisisi Elon Musk Senilai Rp 1.594 Trilun

Reporter : Ma'rifah Nugraha
OpenAI (Memanggil.co/OpenAI)

MEMANGGIL.CO - OpenAI telah memutuskan untuk menolak tawaran miliarder AS Elon Musk untuk membeli perusahaan itu dengan harga 97,4 miliar dolar AS atau sekitar Rp1.576 triliun.

Keputusan itu diambil secara bulat oleh para direktur, menurut ketua dewan direksi OpenAI Chair Bret Taylor dalam sebuah pernyataan.

Baca juga: Pesawat Indonesia Air Transport Hilang Kontak di Maros, Basarnas Lakukan Pencarian

"OpenAI tidak dijual, dan dewan direksi secara bulat menolak upaya terbaru Tuan Musk untuk mengganggu pesaingnya," bunyi pernyataan itu, ditulis Sabtu (1/3/2025).

Disebutkan pula, rencana reorganisasi apa pun di OpenAI akan memperkuat tujuan nirlaba dan misi perusahaan itu untuk "memastikan AGI bermanfaat bagi kemanusiaan."

AGI (Artificial General Intelligence) adalah kecerdasan buatan (AI) tingkat tinggi yang memiliki kemampuan berpikir dan memahami seperti manusia.

Baca juga: Lawan Gugatan Rp 500 Miliar, Danielle Eks NewJeans 'Invasi' Medsos China, Sinyal Karier Global?

Sebelumnya pada pekan ini, Wall Street Journal melaporkan bahwa sekelompok investor yang dipimpin oleh Musk menawarkan diri untuk mengakuisisi OpenAI Inc., perusahaan yang mengendalikan OpenAI LP.

OpenAI Inc. adalah organisasi nirlaba yang didirikan pada 2015 oleh Elon Musk, Sam Altman, dan lainnya. OpenAI LP, yang berorientasi profit, adalah pengembang ChatGPT.

Musk keluar dari OpenAI Inc. pada 2018 karena ingin fokus mengembangkan AI sendiri. Altman kemudian menjadi CEO OpenAI.

Baca juga: Jadi Beban Keuangan, Bupati Pindah 82 Pegawai RSUD dr. Koesma Tuban

Pada Maret 2024, Musk menggugat OpenAI dan Altman karena perusahaan itu dianggap melenceng dari model bisnis nirlaba dan mencari keuntungan dengan menjual teknologi AI paling canggih ke pengguna pribadi.

Menanggapi tawaran terbaru dari Musk, Altman langsung menolaknya dan balik menawar platform media sosial X milik Musk seharga 9,74 miliar dolar AS.

Editor : Ma'rifah Nugraha

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru