MEMANGGIL.CO — Komitmen menjaga keselamatan laut ditunjukkan oleh para nelayan di Kabupaten Lamongan dengan menyatakan dukungan terhadap penerapan zona aman di sekitar FSO (Floating Storage and Offloading) Gagak Rimang.
Kebijakan ini dianggap penting demi menjamin keselamatan pelaut sekaligus mendukung kelancaran operasi migas di wilayah perairan lepas pantai utara Jawa.
Baca juga: BBKK Surabaya Fogging Lingkungan Asrama Haji Jelang Keberangkatan Jemaah
Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Lamongan, H. Sukri, menyampaikan bahwa nelayan memahami pentingnya pengaturan jarak aman terhadap fasilitas migas di laut.
“Kami menyadari bahwa menjaga keselamatan menjadi tanggung jawab bersama. Nelayan siap mendukung pengaturan zona aman selama kami terus diberi informasi yang jelas dan bisa berdialog secara terbuka,” ujarnya, ditulis Raby (7/5/2025).
Baca juga: Jembatan Garuda Dikebut, Akses Warga Surabaya Barat Segera Terbuka
Zona aman di sekitar FSO Gagak Rimang diberlakukan untuk meminimalisasi risiko kecelakaan di area operasional penyimpanan migas. Sosialisasi dan edukasi kepada nelayan tradisional dinilai menjadi langkah penting dalam meningkatkan pemahaman mengenai area sensitif tersebut.
ExxonMobil Cepu Apresiasi Dukungan Nelayan
Perwakilan ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), Feni K. Indiharti, mengapresiasi dukungan yang diberikan oleh para nelayan Lamongan terhadap kebijakan ini.“Kami sangat menghargai semangat kerja sama nelayan Lamongan. Zona aman ini bukan hanya soal operasional migas, tapi juga soal perlindungan dan keselamatan masyarakat pesisir itu sendiri,” tegas Feni.
Baca juga: Go Tjong Ping: Tuduhan Pencurian Patung Bikin Umat Kelenteng Tuban Terganggu
Ia menambahkan bahwa keterlibatan aktif masyarakat lokal merupakan elemen penting dalam menciptakan sinergi antara aktivitas industri dan kehidupan nelayan.
“Kami terus berupaya membangun komunikasi dua arah, sehingga informasi bisa dipahami dengan baik dan kebijakan bisa diterima secara bersama,” imbuhnya.
Editor : Ma'rifah Nugraha