Nelayan Lamongan Dukung Zona Aman FSO Gagak Rimang, Prioritaskan Keselamatan Laut

Reporter : Ma'rifah Nugraha
Acara bersama Nelayan Lamongan (Memanggil.co/Sutopo)

MEMANGGIL.CO — Komitmen menjaga keselamatan laut ditunjukkan oleh para nelayan di Kabupaten Lamongan dengan menyatakan dukungan terhadap penerapan zona aman di sekitar FSO (Floating Storage and Offloading) Gagak Rimang.

Kebijakan ini dianggap penting demi menjamin keselamatan pelaut sekaligus mendukung kelancaran operasi migas di wilayah perairan lepas pantai utara Jawa.

Baca juga: Didukung Pokir DPRD Sumbar, Musala Darul Taqwa SMAN 1 Guguak Diresmikan

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Lamongan, H. Sukri, menyampaikan bahwa nelayan memahami pentingnya pengaturan jarak aman terhadap fasilitas migas di laut.

“Kami menyadari bahwa menjaga keselamatan menjadi tanggung jawab bersama. Nelayan siap mendukung pengaturan zona aman selama kami terus diberi informasi yang jelas dan bisa berdialog secara terbuka,” ujarnya, ditulis Raby (7/5/2025).

Baca juga: Cara Mudah Cek Bansos Januari 2026, Bisa Lewat Website dan Aplikasi Resmi Kemensos

Zona aman di sekitar FSO Gagak Rimang diberlakukan untuk meminimalisasi risiko kecelakaan di area operasional penyimpanan migas. Sosialisasi dan edukasi kepada nelayan tradisional dinilai menjadi langkah penting dalam meningkatkan pemahaman mengenai area sensitif tersebut.

ExxonMobil Cepu Apresiasi Dukungan Nelayan

Perwakilan ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), Feni K. Indiharti, mengapresiasi dukungan yang diberikan oleh para nelayan Lamongan terhadap kebijakan ini.

“Kami sangat menghargai semangat kerja sama nelayan Lamongan. Zona aman ini bukan hanya soal operasional migas, tapi juga soal perlindungan dan keselamatan masyarakat pesisir itu sendiri,” tegas Feni.

Baca juga: Peringatan Dini Cuaca Jawa Tengah, Senin 12 Januari 2026: Hujan Petir dan Angin Kencang Masih Berpotensi Meluas

Ia menambahkan bahwa keterlibatan aktif masyarakat lokal merupakan elemen penting dalam menciptakan sinergi antara aktivitas industri dan kehidupan nelayan.

“Kami terus berupaya membangun komunikasi dua arah, sehingga informasi bisa dipahami dengan baik dan kebijakan bisa diterima secara bersama,” imbuhnya.

Editor : Ma'rifah Nugraha

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru