MEMANGGIL.CO - Bupati Blora, Arief Rohman, bertemu singkat dengan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Prof. Pratikno, di Stasiun Cepu, Senin (9/6/2025).
Diskusi ini membahas pengembangan kawasan Cepu Raya yang meliputi Blora, Bojonegoro, Tuban, dan Ngawi.
Baca juga: Resmi, Pemerintah Tetapkan 8 Hari Cuti Bersama 2026, Cek Jadwal Lengkapnya
Menko Pratikno menyebut Cepu sebagai “Raksasa Tidur” yang memiliki potensi besar sebagai pusat ekonomi kawasan.
“Pak Bupati, Cepu (dugaan saya, lebih dari Kota Blora) adalah Raksasa Tidur… sebuah ‘Mesin Tidur Pertumbuhan (Inklusif dan Berkelanjutan).. Blora itu ibu pemerintahan kota, sedangkan Cepu ibu kota ekonomi,” kata Pratikno.
Pratikno juga menuturkan bahwa Cepu telah didukung oleh fasilitas transportasi lengkap dan sejumlah lembaga penting, termasuk PPSDM Migas, PEM Akamigas, Pertamina, dan Perhutani.
“Di Cepu ada lembaga milik Kemen ESDM seperti PPSDM Migas dan PEM Akamigas, ada Pertamina, ada Perhutani,” tambahnya.
Baca juga: Presiden Prabowo Paparkan Arah Kebijakan Strategis Pemerintah Menuju Indonesia Emas 2045
Selain itu, Cepu memiliki stasiun kereta api besar, bandara, terminal bus aktif, akses jalan tol, serta potensi waduk Karangnongko dan tradisi pertanian di sekitar Bengawan Solo.
“Ini akan menjadi modal kuat kedepannya,” ujar Pratikno.
Bupati Sambut Arahan Menko PMK
Bupati Arief menyambut baik arahan Menko PMK dan menyatakan kesiapan Blora untuk menjalin sinergi dengan kabupaten lain di kawasan Cepu Raya.
Baca juga: LPDP 2026 Tetapkan 17 Kampus Prioritas Dunia, Asia Hanya Diwakili Dua Universitas
“Terima kasih Pak Menko atas masukan dan arahannya. Konsep pembangunan kawasan Cepu Raya, sinergi dengan beberapa Kabupaten sekitar siap kami upayakan,” ujar Arief.
Pertemuan ini berlangsung saat Menko PMK tengah menunggu keberangkatan kereta api menuju Jakarta usai berkunjung ke kampung halamannya di Bojonegoro.
Editor : Ma'rifah Nugraha