Jakarta, MEMANGGIL.CO – Kalender Jawa hari ini masih menjadi rujukan penting bagi masyarakat Jawa. Weton dan pasaran kerap digunakan untuk menentukan hari baik, membaca karakter seseorang, hingga merencanakan kegiatan adat dan spiritual.
Pada Minggu, 11 Januari 2026, penanggalan Jawa bertemu dengan kalender Hijriah dan Masehi. Kombinasi ini banyak dicari karena menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari, terutama bagi yang masih memegang tradisi Jawa.
Baca juga: Warga Desa Kalangan Blora Terganggu, Jalan Lingkungan Diblokade Batu Kumbung Setinggi 50 Cm
Berdasarkan Kalender Jawa, hari ini bertepatan dengan 22 Rejeb 1959 Jawa. Sementara dalam kalender Hijriah jatuh pada 22 Rajab 1447 Hijriah, dan secara Masehi tercatat sebagai 11 Januari 2026. Weton hari ini adalah Minggu Pon.
Weton Minggu Pon memiliki neptu 12, hasil penjumlahan nilai Minggu (5) dan Pon (7). Dalam primbon Jawa, neptu ini melambangkan pribadi yang karismatik, hangat, dan mudah diterima lingkungan sekitar. Sosok Minggu Pon dikenal mampu mencairkan suasana dan memberikan rasa nyaman bagi orang lain.
Baca juga: Lewat Buku Broken Strings, Aurelie Moeremans Ungkap Grooming dan KDRT yang Pernah Dialami
Meski terlihat ramah, pemilik weton Minggu Pon tergolong tertutup dalam urusan pribadi. Perasaannya sensitif dan cenderung berhati-hati dalam bersikap. Hal inilah yang membuat karakternya terlihat misterius namun berwibawa.
Dari sisi rezeki dan karier, Minggu Pon berada di bawah naungan Tibo Lungguh, yang berarti memiliki peluang meraih jabatan atau kedudukan sosial yang baik. Namun, kelemahannya terletak pada pengelolaan keuangan. Sifat boros bisa menjadi tantangan bila tidak dikendalikan.
Baca juga: Bansos PKH 2026 Dipastikan Berlanjut, Ini Jadwal Pencairan, Besaran, dan Cara Cek Penerima
Keberuntungan Minggu Pon akan lebih mudah datang jika mampu menjaga budi pekerti, berpikir jernih, dan bersikap sabar. Dengan hati yang bersih, jalan rezeki dan ketenangan hidup akan terbuka lebih luas.
Informasi Kalender Jawa hari ini diharapkan dapat menjadi panduan bermanfaat untuk keperluan pribadi, tradisi keluarga, maupun kegiatan spiritual masyarakat Jawa.
Editor : Redaksi