Blora, MEMANGGIL.CO - Hujan lebat yang disertai angin kencang menerjang wilayah Kecamatan Kedungtuban dan Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, pada Kamis (8/1/2026).

Peristiwa yang berlangsung sejak pukul 16.30 hingga 22.00 WIB tersebut meninggalkan jejak kerusakan pada puluhan rumah warga serta sempat mengganggu akses jalan akibat pohon tumbang.

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Blora mencatat, cuaca ekstrem datang secara tiba-tiba dan berlangsung cukup lama. Angin kencang yang berembus bersamaan dengan hujan lebat membuat sejumlah pohon tak mampu bertahan dan akhirnya tumbang, sebagian di antaranya menimpa rumah warga.

“Angin kencang terjadi bersamaan dengan hujan lebat. Akibatnya, sejumlah pohon tumbang dan menimpa rumah warga, bahkan ada yang menutup akses jalan dan menghambat mobilitas masyarakat,” ujar Koordinator TRC BPBD Blora, Agung Tri.

Di Kecamatan Kedungtuban, dampak angin kencang tercatat di Desa Jimbung dengan satu unit rumah mengalami rusak sedang. Sementara di Desa Gondel, satu unit rumah dilaporkan mengalami rusak berat.

“Untuk wilayah Kedungtuban, satu rumah di Desa Jimbung rusak sedang, sedangkan di Desa Gondel terdapat satu rumah dengan kerusakan berat,” jelas Agung Tri.

Dampak paling signifikan, lanjutnya, terjadi di Kecamatan Kradenan. Di Desa Nglungger, sebanyak 73 unit rumah warga mengalami rusak sedang.

Selain itu, di Desa Medalem terdapat satu unit rumah rusak berat dan lima unit rumah rusak sedang, sedangkan di Desa Mojorembun satu unit rumah dilaporkan rusak sedang.

“Kerusakan paling banyak berada di Desa Nglungger, dengan 73 rumah terdampak. Di Medalem ada satu rusak berat dan lima rusak sedang, sementara di Mojorembun satu rumah rusak sedang,” ungkapnya.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, TRC BPBD Kabupaten Blora bersama unsur terkait segera melakukan penanganan darurat di lokasi kejadian.

Sate Pak Rizki

Langkah awal difokuskan pada pemotongan dan evakuasi pohon tumbang yang menimpa rumah warga maupun yang menutup akses jalan, serta koordinasi lintas sektor untuk rencana tindak lanjut pascabencana.

“Kami langsung melakukan penanganan darurat bersama unsur terkait, terutama membersihkan pohon tumbang dan membuka kembali akses jalan warga,” kata Agung Tri.

Ia menambahkan, kebutuhan mendesak yang saat ini diperlukan warga terdampak meliputi distribusi logistik sembako serta bantuan bahan bangunan untuk mendukung pemulihan awal.

“Yang paling dibutuhkan saat ini adalah bantuan sembako dan material bangunan bagi warga terdampak,” ujarnya.

Dalam penanganan bencana tersebut, sejumlah unsur terlibat di lapangan, antara lain TRC BPBD Kabupaten Blora, TRC BPBD Kabupaten Grobogan, unsur Muspika Kecamatan Kedungtuban dan Kradenan, PMI Blora, Ubaloka Blora, serta perangkat desa setempat.

Lebih lanjut, Agung Tri mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi.

“Kami mengimbau masyarakat tetap waspada dan segera melaporkan kepada petugas apabila terjadi kondisi darurat di lingkungan sekitar,” pungkasnya.