Blora, MEMANGGIL.CO - Aktris Aurelie Moeremans resmi meluncurkan sebuah buku berjudul Broken Strings, sebuah karya literasi yang lahir dari pengalaman hidupnya sendiri.

Buku ini bukan sekadar kisah personal, tetapi juga menjadi ruang pengakuan atas masa remaja yang penuh luka, manipulasi, dan kekerasan yang selama ini ia simpan rapat.

Dalam Broken Strings, Aurelie dengan jujur menceritakan bahwa ia pernah menjadi korban grooming saat masih berusia 15 tahun.

Ia mengisahkan bagaimana seorang pria dewasa, yang usianya hampir dua kali lipat darinya, secara perlahan membangun kontrol emosional, manipulasi, hingga menjeratnya dalam hubungan yang tidak sehat.

Pengalaman tersebut kemudian berlanjut hingga ke pernikahan muda yang justru menghadirkan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Buku ini dirilis melalui tautan yang dibagikan di akun Instagram Aurelie pada 10 Oktober 2025, tanggal yang ia sebut sebagai tanggal traumatis dalam hidupnya.

Di waktu yang sama, Aurelie juga mengunggah video di akun TikTok resminya untuk menjelaskan alasan di balik penulisan buku tersebut.

“Buku ini adalah kisah nyata tentang aku. Tentang bagaimana aku digrooming waktu umur 15 tahun oleh seseorang yang usianya hampir dua kali umur aku. Tentang manipulasi, kontrol, dan proses pelan-pelan belajar menyelamatkan diri sendiri,” tulis Aurelie dalam keterangannya.

Tak butuh waktu lama, buku ini langsung menuai respons dari pembaca. Banyak yang mengaku tersentuh, terguncang, bahkan merasa tidak nyaman saat membaca, namun tetap memilih menyelesaikan kisahnya hingga akhir.

Sate Pak Rizki

Salah satu pembaca, melalui akun TikTok @denissa_iman, mengungkapkan perasaannya setelah membaca buku tersebut.

“Aku baca bukunya rasa pusing, mual, dada aku sesak, tapi aku tetap pengen tahu endingnya,” tulisnya, (11/1/26).

Peluncuran Broken Strings mendapat apresiasi luas karena berani mengangkat isu grooming, pernikahan muda, dan KDRT topik yang masih sering dianggap tabu untuk dibicarakan secara terbuka.

Banyak pihak menilai langkah Aurelie ini dapat membuka mata publik tentang bahaya eksploitasi psikologis terhadap remaja, serta pentingnya keberanian korban untuk bersuara.

Lewat bukunya, Aurelie tidak hanya membagikan kisah kelam, tetapi juga menyampaikan pesan tentang bertahan, menyadari luka, dan perlahan menyelamatkan diri.

Broken Strings menjadi pengingat bahwa di balik sorotan dunia hiburan, ada kisah manusiawi yang penuh perjuangan.