Rembang, MEMANGGIL.CO - Bagi Harno, kepemimpinan bukanlah soal posisi, melainkan tentang kehadiran dan tanggung jawab. Amanah sebagai Bupati Rembang ia maknai sebagai kewajiban untuk bekerja sungguh-sungguh, dekat dengan masyarakat, dan memastikan pembangunan benar-benar dirasakan hingga lapisan paling bawah.

“Menjadi bupati itu bukan soal jabatan, tapi soal tanggung jawab. Pemerintah harus hadir dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Harno, ditulis Minggu (11/1/2026). 

Lahir dan besar di Kabupaten Rembang, Harno tumbuh dalam lingkungan masyarakat pesisir dan pedesaan yang menjunjung tinggi kerja keras serta kebersamaan. Latar belakang inilah yang membentuk gaya kepemimpinannya sederhana, terbuka, dan membumi.

Proses Panjang Menuju Kepemimpinan

Perjalanan Harno menuju kursi Bupati Rembang bukanlah proses instan. Ia melalui tahapan panjang dalam pengabdian dan pengalaman organisasi yang membentuk keteguhan prinsipnya sebagai pemimpin.

Ia meyakini bahwa seorang kepala daerah harus memahami persoalan dari bawah, bukan hanya berdasarkan laporan.

“Kalau ingin kebijakan tepat sasaran, pemimpin harus mau turun langsung, mendengar keluhan warga, dan melihat kondisi sebenarnya di lapangan,” tegasnya.

Kedekatan dengan masyarakat menjadi ciri khas kepemimpinannya. Dialog dengan nelayan, petani, pelaku UMKM, tokoh agama, dan pemuda rutin dilakukan untuk menyerap aspirasi secara langsung.

Kepemimpinan yang Membumi dan Komunikatif

Harno dikenal sebagai sosok yang tidak menjaga jarak dengan rakyat. Ia kerap hadir di tengah kegiatan masyarakat, baik dalam agenda resmi pemerintahan maupun aktivitas sosial warga.

Menurutnya, komunikasi yang terbuka menjadi kunci membangun kepercayaan publik.

“Kepercayaan masyarakat tidak bisa dibangun dengan janji, tapi dengan kejujuran dan konsistensi dalam bekerja,” ungkap Harno.

Pendekatan ini membuatnya memahami dinamika sosial masyarakat Rembang secara lebih utuh, sekaligus memperkuat hubungan antara pemerintah dan warga.

Pembangunan yang Berpihak pada Masyarakat

Dalam arah pembangunan daerah, Harno menegaskan komitmennya pada pemerataan dan keberpihakan kepada rakyat. Ia menolak pembangunan yang hanya berfokus pada wilayah tertentu.

“Pembangunan tidak boleh timpang. Semua wilayah harus bergerak bersama, karena tujuan akhirnya adalah kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Sektor perikanan, pertanian, dan UMKM menjadi perhatian utama sebagai tulang punggung ekonomi lokal.

Ia meyakini bahwa penguatan potensi lokal akan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan warga.
Namun, Harno menekankan bahwa pembangunan tidak hanya soal fisik.

Sate Pak Rizki

“Infrastruktur penting, tapi yang lebih penting adalah membangun manusianya. SDM yang kuat akan menentukan masa depan Rembang,” ujarnya.

Pelayanan Publik dan Reformasi Birokrasi

Dalam tata kelola pemerintahan, Harno mendorong birokrasi yang melayani dan berintegritas. Aparatur sipil negara (ASN) dituntut bekerja profesional, responsif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

“ASN itu pelayan masyarakat. Jangan sampai masyarakat datang ke kantor pemerintah justru merasa dipersulit,” tegas Harno.

Ia juga mendorong perbaikan sistem pelayanan dan pemanfaatan teknologi agar pelayanan publik semakin cepat, transparan, dan akuntabel.

Kolaborasi sebagai Kekuatan Pembangunan

Harno menyadari bahwa pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri. Kolaborasi lintas sektor menjadi strategi penting dalam percepatan pembangunan.

“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Harus ada kolaborasi dengan desa, pelaku usaha, tokoh masyarakat, dan semua elemen,” katanya.

Melalui kolaborasi, ia berharap potensi lokal dapat dikembangkan secara optimal dan memberi dampak nyata bagi masyarakat.

Menjaga Jati Diri Rembang
Di tengah arus modernisasi, Harno tetap menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai lokal dan kearifan budaya masyarakat Rembang.

“Rembang harus maju, tapi tidak boleh kehilangan jati diri. Nilai gotong royong dan kebersamaan harus tetap kita jaga,” ujarnya.

Baginya, pembangunan yang berhasil adalah pembangunan yang mampu berjalan seiring dengan pelestarian nilai dan karakter masyarakat.

Harapan untuk Rembang ke Depan

Menutup refleksinya, Harno menyampaikan harapan sederhana namun mendalam bagi daerah yang dipimpinnya.

“Saya ingin masyarakat Rembang hidup lebih sejahtera, pelayanan publik semakin baik, dan pemerintah benar-benar hadir dalam kehidupan warga,” pungkasnya.

Dengan kepemimpinan yang membumi, komunikatif, dan berorientasi pada pelayanan, Harno terus menjalankan amanah sebagai Bupati Rembang, menapaki jalan pengabdian dengan kerja nyata dan keberpihakan pada rakyat.