Surabaya, MEMANGGIL.CO - Klaim kebocoran data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Surabaya ramai beredar di media sosial dan memicu kekhawatiran publik. Informasi tersebut menyebutkan data kependudukan warga Surabaya bocor dan dapat diakses secara bebas.
Hasil penelusuran dan klarifikasi yang diberitakan di laman resmi Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyatakan bahwa klaim tersebut tidak benar.
Klaim
Beredar unggahan yang menyebut data kependudukan warga Surabaya bocor dan ditampilkan di laman resmi Dispendukcapil, sehingga dinilai membahayakan keamanan data pribadi masyarakat.
Fakta
Pemerintah Kota Surabaya memastikan tidak terjadi kebocoran data adminduk. Kepala Dispendukcapil Kota Surabaya, Eddy Christijanto, menegaskan data yang muncul di laman resmi bukan hasil peretasan atau kebocoran sistem, melainkan bagian dari proses penertiban administrasi kependudukan.
Data tersebut berkaitan dengan warga yang tidak ditemukan saat verifikasi lapangan oleh petugas kelurahan atau telah pindah domisili namun belum memperbarui data kependudukan.
Penjelasan Teknis
- Data yang ditampilkan tidak memuat informasi sensitif secara utuh
- NIK dan nama disamarkan, sehingga tidak dapat digunakan untuk penyalahgunaan
- Informasi hanya ditujukan sebagai pemberitahuan kepada warga terkait agar segera melakukan pembaruan data
Dengan mekanisme ini, hanya warga yang bersangkutan yang dapat mengenali status datanya.
Kesimpulan
- Klaim kebocoran data Dispendukcapil Surabaya: TIDAK BENAR
- Fakta: Tidak ada peretasan atau kebocoran sistem
- Data ditampilkan untuk kepentingan pembaruan administrasi kependudukan
Imbauan Pemerintah
Pemkot Surabaya mengimbau masyarakat untuk:
- Tidak langsung mempercayai informasi viral yang belum diverifikasi
- Memastikan informasi berasal dari sumber resmi pemerintah
- Segera melapor ke kelurahan jika telah pindah alamat atau belum memperbarui data adminduk
Pemerintah menegaskan keamanan data warga tetap menjadi prioritas dan setiap isu kebocoran akan ditindaklanjuti secara transparan.
Editor : Redaksi