Apa Saja Amalan di Malam Nisfu Sya’ban? Ini Penjelasannya

Reporter : Nugraheni Tri Cahyaningtyas
Malam Nisfu Sya’ban (Foto: Pinterest.com)

Blora, MEMANGGIL.CO - Malam Nisfu Sya’ban menjadi salah satu malam istimewa yang dinanti umat Islam. Malam yang jatuh pada pertengahan bulan Sya’ban ini diyakini sebagai waktu penuh rahmat dan ampunan, Selasa (20/1/2026).

Dalam berbagai riwayat, disebutkan bahwa pada malam Nisfu Sya’ban Allah SWT membuka pintu ampunan seluas-luasnya bagi hamba-Nya yang memohon ampun, berdoa, dan mendekatkan diri kepada-Nya. Karena itu, banyak ulama menganjurkan agar malam tersebut diisi dengan berbagai amalan ibadah, baik secara berjamaah maupun pribadi.

Bulan Sya’ban dikenal sebagai bulan persiapan spiritual sebelum Ramadhan. Rasulullah SAW sendiri banyak memperbanyak ibadah di bulan ini, khususnya puasa sunnah dan doa. Dalam sebuah hadits dijelaskan bahwa malam Nisfu Sya’ban termasuk malam yang doa-doanya tidak tertolak, sejajar dengan malam Jumat dan dua malam hari raya.

Malam ini juga sering disebut sebagai lailatul maghfirah, yakni malam pengampunan. Umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak istigfar, memohon ampun atas dosa-dosa yang telah lalu, serta memohon kebaikan untuk masa depan.

Berikut sejumlah amalan yang lazim dilakukan umat Islam saat malam Nisfu Sya’ban:

1. Puasa Sunnah

Puasa sunnah, khususnya puasa ayyamul bidh (tanggal 13, 14, dan 15 bulan Hijriyah), sangat dianjurkan di bulan Sya’ban. Rasulullah SAW dikenal banyak berpuasa di bulan ini karena pada bulan Sya’ban amal-amal manusia diangkat dan diperlihatkan kepada Allah SWT.

2. Memperbanyak Istigfar

Memohon ampunan menjadi inti utama ibadah di malam Nisfu Sya’ban. Umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak istigfar sebagai bentuk penyesalan atas dosa dan kesalahan, sekaligus harapan untuk mendapat ampunan Allah SWT.

3. Melaksanakan Shalat Sunnah

Shalat sunnah seperti shalat mutlak, shalat tasbih, dan shalat awwabin dianjurkan untuk menghidupkan malam Nisfu Sya’ban. Shalat ini umumnya dilakukan setelah Maghrib atau di malam hari dengan bacaan surat-surat pendek.

4. Membaca Surat Yasin

Tradisi yang berkembang di tengah masyarakat adalah membaca Surat Yasin sebanyak tiga kali. Bacaan tersebut disertai niat memohon panjang umur dalam ketaatan, keselamatan dari bala, serta kelapangan dan keberkahan rezeki.

5. Memperbanyak Dzikir, Shalawat, dan Doa

Malam Nisfu Sya’ban menjadi waktu yang tepat untuk memperbanyak dzikir dan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Selain itu, umat Islam dianjurkan memanjatkan doa-doa kebaikan, baik untuk diri sendiri, keluarga, maupun umat Islam secara umum.

Para ulama menekankan bahwa inti dari malam Nisfu Sya’ban bukan hanya pada banyaknya amalan, tetapi pada kesungguhan hati dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Malam ini menjadi kesempatan berharga untuk membersihkan hati, memperbaiki niat, dan mempersiapkan diri menyambut Ramadhan dengan jiwa yang lebih tenang dan bersih. 

Editor : Ahmad Adirin

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru