Blora, MEMANGGIL.CO – Koordinator Wilayah (Korwil) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kabupaten Blora, Artika Diannita, akhirnya angkat bicara terkait keluhan masyarakat mengenai kualitas pelayanan di SPPG Jepon Seso 1.

Laporan tersebut mencuat pada Selasa (3/3/2026) dan menyoroti menu makanan yang dinilai kurang layak selama bulan Ramadan.

Artika menegaskan bahwa pihaknya telah memberikan teguran keras kepada pengelola SPPG Jepon Seso 1 agar segera melakukan perbaikan, terutama dalam penyediaan menu yang harus sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.

“Ya, itu sudah saya arahkan juga untuk dikonfirmasi ke Kepala SPPG-nya. Kita mohon untuk diperbaiki,” ujar Artika saat dikonfirmasi pada Jumat (6/3/2026).

Menu Dinilai Tidak Sesuai Standar

Menurut Artika, keluhan dari masyarakat muncul karena menu yang dibagikan kepada penerima manfaat dianggap tidak memenuhi standar. Salah satu hal yang menjadi sorotan adalah penggunaan produk makanan pabrikan dalam paket menu.

Padahal, dalam prosedur penyediaan makanan, penggunaan produk pabrikan tidak diperbolehkan.

“Informasi dari beberapa teman masyarakat memang untuk menu selama bulan Ramadan ini kurang ya, maksudnya tidak sesuai standar. Kemarin sempat menggunakan roti Nabati, padahal itu tidak diperbolehkan. Kita tidak boleh pakai produk pabrik,” jelas Artika saat dihubungi melalui telepon.

Teguran dan Evaluasi

Menindaklanjuti temuan tersebut, Korwil SPPG Blora telah mengambil langkah administratif dengan meminta klarifikasi langsung kepada pengelola di tingkat kecamatan. Selain itu, pihaknya juga meminta laporan khusus terkait sejumlah persoalan yang mencuat.

Sate Pak Rizki

“Kami sudah memberikan arahan dan meminta laporan khusus dari SPPG-nya terkait hal-hal yang menonjol itu. Untuk masalah tuduhan pegawai, nanti akan kami dalami lagi karena saya belum menerima konfirmasi lengkapnya,” tambah Artika.

Ia menegaskan, pihaknya akan terus memantau perkembangan di lapangan guna memastikan pelayanan kepada masyarakat kembali berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku.

Penjelasan Pihak SPPG Jepon Seso 1

Sementara itu, Kepala SPPG Jepon Seso 1 Blora, Sutarno, sebelumnya menjelaskan bahwa polemik terkait menu makanan yang dianggap kurang pantas oleh masyarakat terjadi karena adanya miskomunikasi dengan pihak pemasok.

Menurutnya, persoalan tersebut lebih disebabkan oleh kesalahan dalam proses pemesanan dan koordinasi dengan supplier.

“Yang menu yang menurut masyarakat sendiri kurang pantas. Untuk anggaran biaya sendiri, itu kesalahan lebih ke pemesanan dan supplier, miskomunikasi terkait pemesanannya,” kata Sutarno, Selasa (3/3/2026).

Ia juga mengungkapkan bahwa barang yang diterima sering kali tidak sesuai dengan pesanan yang diajukan.

“Sebelumnya itu paha, tapi yang datang itu ayam utuhan dan tidak sesuai pesanan. Terus yang kedua, kami menuntut supplier untuk buah dengan kualitas baik, tapi yang datang selalu kualitas nomor dua atau tiga,” ujarnya.