Periode Kedua Gus Arief, Melanjutkan Pembangunan Blora di Masa Tantangan

Reporter : Nugraheni Tri Cahyaningtyas
H. Arief Rohman, Bupati Blora (Foto: Dok. Pemkab Blora)

Blora, MEMANGGIL.CO - H. Arief Rohman alias Gus Arief kembali mengemban amanat sebagai Bupati Blora untuk periode 2025-2030. Kepercayaan ini menjadi kelanjutan dari pengabdian panjangnya di pemerintahan dan organisasi sosial, sekaligus menandai periode kepemimpinan kedua di tengah tantangan pembangunan yang tidak ringan.

Lahir di Desa Sendangwungu, Kecamatan Banjarejo, pada 8 Maret 1980, Gus Arief merupakan putra pertama dari pasangan K.H. Ali Muchdhor dan Hj. Sulini, latar belakang keluarga pendidik dan religius menjadi fondasi kuat dalam perjalanan hidup dan pengabdiannya.

Pendidikan dasar hingga menengah ditempuh di Blora. Ia mengenyam bangku SDN Sendangwungu II, kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Blora dan SMA Negeri 1 Blora. Sejak masa sekolah, Gus Arief dikenal aktif berorganisasi dan mulai menunjukkan minat pada kepemimpinan.

Saat duduk di bangku SMA, ia terlibat dalam OSIS serta menjadi Wakil Ketua Himpunan Pengajian Remaja Islam Blora (HIMPARISBA). Aktivitas ini menjadi pintu awal keterlibatannya dalam dunia organisasi dan pengabdian sosial.

Perjalanan organisasinya semakin berkembang ketika menempuh pendidikan Hubungan Internasional di Universitas Darul Ulum, Jombang. Di lingkungan kampus, Gus Arief aktif di Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), mulai dari sekretaris hingga ketua pimpinan komisariat. Meski berkuliah di luar kota, ia tetap aktif berkhidmat untuk IPNU di Kabupaten Blora.

Selepas menyelesaikan pendidikan sarjana, Gus Arief melanjutkan studi Magister Ilmu Politik di Universitas Indonesia dan meraih gelar Master Sains (M.Si) pada 2007. Di saat yang sama, aktivitas organisasi kepemudaan dan ke-NU-an terus dijalani secara konsisten.

Ia dipercaya mengemban sejumlah posisi strategis, di antaranya di LAKPESDAM NU Blora, Center for Pesantren and Democracy Studies (CePDes), serta organisasi nasional PP IPNU, di mana ia pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Umum.

Karier profesional Gus Arief dimulai sebagai Tenaga Ahli Anggota DPR RI pada 2004-2009, lalu berlanjut sebagai Staf Khusus Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) periode 2009-2014. Pengalaman ini memperkaya perspektifnya dalam memahami birokrasi dan kebijakan publik.

Pada 2014, Gus Arief terjun langsung ke politik daerah dengan menjadi Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, sebelum kemudian dipercaya masyarakat Blora sebagai Wakil Bupati Blora periode 2016–2021.

Selama di Blora, ia juga aktif memimpin berbagai organisasi kemasyarakatan dan olahraga, di antaranya Ketua PBSI Blora, Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka, hingga Ketua PW PSNU Pagar Nusa Jawa Tengah.

Tahun 2021 menjadi titik penting ketika Gus Arief dipercaya sebagai Bupati Blora periode 2021-2025. Namun masa kepemimpinan pertamanya dihadapkan pada situasi sulit akibat pandemi Covid-19, yang memaksa pemerintah daerah melakukan refocusing anggaran sesuai kebijakan pemerintah pusat.

Di tengah keterbatasan tersebut, roda pemerintahan tetap berjalan dengan fokus pada pelayanan publik dan pemulihan kondisi sosial ekonomi masyarakat. Pengalaman itu menjadi bekal penting dalam menghadapi periode kepemimpinan berikutnya.

Pada 2023, di sela kesibukan sebagai kepala daerah, Gus Arief kembali menempuh pendidikan Doktoral di Universitas Negeri Semarang dan berhasil meraih gelar Doktor pada Desember 2024, memperkuat kapasitas akademiknya dalam perumusan kebijakan.

Kini, memasuki periode kedua sebagai Bupati Blora 2025-2030, Gus Arief kembali dihadapkan pada tantangan baru berupa kebijakan efisiensi anggaran nasional. Kondisi ini menuntut strategi, inovasi, dan keberanian mengambil keputusan agar agenda pembangunan Blora tetap berjalan.

Dengan pengalaman birokrasi, politik, organisasi, serta latar belakang akademik yang kuat, Gus Arief diharapkan mampu melanjutkan pembangunan dan menjawab berbagai pekerjaan rumah daerah demi kemajuan Kabupaten Blora ke depan.

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru