Polemik Reda, TITD Kwan Sing Bio Tuban Kembali ke Pangkuan Umat Tuban

Reporter : Redaksi
Para umat ketika melakukan ritual sembahyangan di TITD Kwan Sing Bio Tuban. (dok, memanggil.co)

Tuban, MEMANGGIL.CO – Polemik kepengurusan di Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Kwan Sing Bio akhirnya mereda setelah sepekan terakhir diwarnai gejolak dan ketegangan. Titik terang itu muncul menyusul keputusan Soedomo Margonoto yang menyerahkan kembali pengelolaan kelenteng kepada umat Tuban.

Keputusan Owner Kapal Api tersebut disambut lega oleh para umat dan jajaran pengurus baru. Go Tjong Ping, Ketua Umum Terpilih TITD Kwan Sing Bio Tuban, menyampaikan bahwa tongkat estafet pengelolaan kini sepenuhnya berada di tangan umat lokal.

Baca juga: Suara Tolong di Bawah Lampion: Ketika Imlek 2026 di TITD Kwan Sing Bio Tuban Berubah Jadi Arena Sengketa

Ia menjelaskan, manajemen baru dipercayakan kepada Tan Ay Kwok, mantan bendahara, serta Tio Eng Bo, mantan bidang dana usaha. Keduanya dinilai memahami dinamika internal kelenteng dan diharapkan mampu membawa suasana yang lebih sejuk.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada bapak Soedomo Margonoto karena manajer kelenteng yang lama, bapak Suyanto dan Bu Ratna, telah ditarik ke Surabaya,” ungkap Go Tjong Ping, Selasa (24/2/2026).

Pergantian manajemen ini menandai berakhirnya polemik panjang yang telah berlangsung lebih dari 14 tahun. Pengurus kelenteng pun menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah membantu membuka jalan damai.

“Kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu sampai adanya pergantian manajemen yang baru,” tambahnya.

Baca juga: Begal Apes di Jalan Nangka: Satu Tewas Usai Rampas Motor, Dua Rekannya Diciduk Polisi Tuban

Kabar meredanya konflik ini juga disambut positif masyarakat Kabupaten Tuban. Harapan besar mengemuka agar kelenteng yang menjadi salah satu ikon religi dan budaya di pesisir utara Jawa itu kembali menjadi ruang ibadah yang teduh dan rukun.

“Kelenteng semakin jaya seperti dulu. Ini tempat ibadah dan harus dirawat dengan baik. Dikelola Tuban sendiri, rukun, dan terpenting jangan ramai, fokus untuk ibadah,” ujar Eko, salah satu warga Kabupaten Tuban.

Sebelumnya, ketegangan sempat terjadi antara umat yang dipelopori Go Tjong Ping dengan Ratnasari dan Soejanto, dua pegawai utusan dari pihak Soedomo.

Baca juga: Sapu Berubah Jadi Senjata: Tragedi Pria Tuban Hajar Istri Gegara Uang Sejuta

Bahkan, sejumlah ruangan kelenteng sempat disegel di tengah rangkaian perayaan Imlek 2026.

Umat mendesak agar pengelolaan dikembalikan karena masa swakelola disebut telah berakhir pada Desember 2024.

Editor : Abdul Rohman

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru