Tuban, MEMANGGIL.CO – Perencanaan penyelesaian pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Tuban tidak berjalan sesuai target yang telah ditetapkan. Akibatnya, pembelajaran bagi siswa baru Tahun Ajaran 2026/2027 terpaksa tertunda.

Pembangunan Sekolah Rakyat yang dikerjakan PT Waskita Karya tersebut sebelumnya ditargetkan rampung pada 20 Juni 2026.

Namun hingga Senin (13/7/2026), gedung sekolah yang berada di Kelurahan Mondokan, Kecamatan Tuban, masih belum selesai dan masih dalam proses pengerjaan.

Keterlambatan pembangunan tersebut berdampak pada pelaksanaan kegiatan awal sekolah.

Imbasnya, siswa baru Sekolah Rakyat Tuban belum dapat mengikuti pembelajaran maupun Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sesuai jadwal yang telah direncanakan.

Sementara menunggu gedung utama selesai, siswa Sekolah Rakyat Tuban yang sebelumnya berada di Gedung Balai Latihan Kerja (BLK) Tuban juga diliburkan sementara.

Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky tidak menampik adanya keterlambatan dalam penyelesaian pembangunan Sekolah Rakyat tersebut.

Ia menyebut, pemerintah daerah bersama kementerian terkait telah melakukan monitoring untuk mengetahui perkembangan pembangunan proyek yang berada di atas lahan sekitar tujuh hektare milik Pemerintah Kabupaten Tuban.

"Kemarin ada teman-teman dinas dan kementerian hadir untuk monitoring," ujar Aditya Halindra Faridzky.

Meski mengalami keterlambatan, Bupati yang akrab disapa Mas Lindra itu optimistis pembangunan Sekolah Rakyat dapat segera diselesaikan dan digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

"Insyaallah, dalam waktu dekat sudah selesai," katanya.

Mas Lindra menjelaskan, Sekolah Rakyat merupakan program pendidikan yang diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera kategori Desil I dan Desil II.

Melalui program tersebut, pemerintah menanggung berbagai kebutuhan siswa, mulai dari tempat tinggal di asrama, makan, seragam, hingga buku pelajaran dan kebutuhan pendidikan lainnya.

Menurutnya, kehadiran Sekolah Rakyat di Tuban menjadi peluang besar bagi masyarakat karena menyediakan jenjang pendidikan lengkap mulai SD, SMP, hingga SMA dengan daya tampung yang cukup besar.

Sate Pak Rizki

"Kita bersyukur Tuban ini mendapat jenjang SD, SMP, sampai SMA dengan daya tampung yang cukup besar sehingga peluang ini bisa kita lebih banyak," jelasnya.

Terkait kendala teknis pembangunan, Mas Lindra menyarankan agar informasi lebih detail dikonfirmasi kepada pihak pelaksana proyek maupun organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Kadis dan PT Waskita Kompak Diam

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, serta Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dinsos P3A dan PMD) Kabupaten Tuban, Sugeng Purnomo, belum memberikan tanggapan terkait jumlah peserta didik yang telah terdaftar pada Tahun Ajaran 2026/2027.

Termasuk mekanisme pelaksanaan pembelajaran dan MPLS bagi siswa Sekolah Rakyat Tuban yang terdampak keterlambatan pembangunan.

Dari pihak pelaksana proyek, Koordinator Wilayah Pembangunan Sekolah Rakyat Tuban dari PT Waskita Karya, Agus Saputra, juga belum memberikan penjelasan mengenai penyebab keterlambatan pembangunan.

Termasuk komitmen penyelesaian pekerjaan agar sesuai dengan ketentuan kontrak yang telah ditetapkan.

Proyek Rp1,1 Triliun 

Sebagai informasi, Sekolah Rakyat Tuban dirancang dengan konsep pendidikan berasrama dan mampu menampung sekitar 1.000 siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA.

Pembangunan tersebut merupakan bagian dari Program Sekolah Rakyat Provinsi Jawa Timur I yang dibiayai lebih Rp1,1 triliun melalui APBN Tahun Anggaran 2026.

Paket pekerjaan yang dikerjakan PT Waskita Karya itu mencakup pembangunan Sekolah Rakyat di lima wilayah, yakni Kota Surabaya, Kabupaten Gresik, Kabupaten Tuban, Kabupaten Sampang, dan Kabupaten Jombang.