Malam Takbiran, Tebing Sungai Lusi di Jepon Blora Ambrol, Camat Minta Warga Waspada

Reporter : Redaksi
Tanah longsor terjadi di RT 02 RW 04 Dukuh Pelangan, Kelurahan Jepon, Kecamatan Jepon. (Istimewa)

Blora, MEMANGGIL.CO - Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Blora dalam beberapa hari terakhir mengakibatkan ambrolnya tebing di aliran anak Sungai Lusi pada malam takbiran, Jumat (20/3/2026) sekitar pukul 19.30 WIB.

Peristiwa longsor terjadi di RT 02 RW 04 Dukuh Pelangan, Kelurahan Jepon, Kecamatan Jepon. Tebing sungai ambrol sepanjang kurang lebih 30 meter dengan kedalaman mencapai sekitar 8 meter akibat derasnya arus air yang menggerus bantaran.

Baca juga: Pemkab Blora Dorong Desa Manfaatkan Tanah Bengkok untuk Padi Organik

Saat ini, lokasi kejadian telah dipasangi garis pembatas (police line) guna mencegah warga mendekat ke area rawan yang berpotensi mengalami longsor susulan.

Pelaksana Tugas (Plt.) Camat Jepon, Andi Nurrohman, menjelaskan bahwa hujan deras mulai mengguyur wilayah tersebut sejak sekitar pukul 17.00 WIB dan berlangsung hingga malam hari, sehingga menyebabkan peningkatan debit air secara signifikan di aliran sungai.

“Curah hujan yang tinggi menyebabkan debit air meningkat dan arus menjadi sangat deras, sehingga mengakibatkan pengikisan tanah di sepanjang aliran sungai,” ujarnya ditulis Kamis (26/3/2026).

Tanah longsor terjadi di RT 02 RW 04 Dukuh Pelangan, Kelurahan Jepon, Kecamatan Jepon. (Istimewa)

Ia menambahkan, selain faktor curah hujan, kondisi drainase yang tidak mampu menampung volume air turut memperparah situasi. Air yang meluap tidak sepenuhnya mengalir melalui saluran yang tersedia, sehingga mempercepat proses erosi di sekitar bantaran sungai.

Akibatnya, struktur tanah di lokasi menjadi labil dan berpotensi mengalami longsor lanjutan, terutama jika hujan deras kembali terjadi dalam durasi yang lama.

Baca juga: Bupati Blora: Potensi Sapi Jadi Modal Besar Pertanian Organik

Dampak kejadian ini mulai dirasakan warga sekitar. Akses jalan yang biasa digunakan masyarakat kini berada dalam kondisi rawan dan terancam terputus. Sedikitnya lima hingga tujuh rumah warga diperkirakan harus menggunakan jalur alternatif apabila kondisi semakin memburuk.

“Jika hujan deras kembali terjadi dalam durasi lama, tidak menutup kemungkinan akses jalan warga dapat terputus,” jelas Andi.

Sebagai langkah penanganan awal, pemerintah kecamatan bersama unsur Forkopimcam, perangkat kelurahan, serta warga setempat langsung melakukan pengamanan lokasi.

Selain memasang police line, petugas juga menempatkan rambu peringatan bahaya longsor di sekitar titik kejadian.

Baca juga: Kabupaten Blora Bidik Wilayah Potensial Air untuk Perluasan Padi Organik

“Kami memasang pembatas dan tanda peringatan agar masyarakat tidak mendekat dan lebih berhati-hati saat melintas,” tambahnya.

Pemerintah setempat juga mulai menyiapkan jalur alternatif sebagai langkah antisipasi apabila akses utama tidak dapat dilalui akibat longsor susulan.

Lebih lanjut, Andi mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat hujan dengan intensitas tinggi masih berpotensi terjadi. Warga juga diminta menghindari area bantaran sungai yang rawan longsor.

“Juga hindari area bantaran sungai yang rawan longsor,” pungkasnya.

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru