Rembang Kokoh di Tiga Besar TPT Terendah Jateng, Serapan Kerja Tetap Kompetitif

Reporter : Miftachussolichin
Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Kabupaten Rembang, Fery Sumardi saat menerima penghargaan dari Pemprov Jateng.

Rembang, MEMANGGIL.CO - Kinerja ketenagakerjaan di Kabupaten Rembang hingga 2025 tetap menunjukkan tren positif. Daerah ini mampu mempertahankan posisi tiga besar dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) terendah di Jawa Tengah, sekaligus menegaskan daya serap tenaga kerja yang tetap kompetitif.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), TPT Kabupaten Rembang tercatat sebesar 2,60 persen pada 2023, meningkat menjadi 2,84 persen pada 2024, dan berada di angka 2,90 persen pada Agustus 2025.

Sebagai gambaran, TPT merupakan persentase jumlah penganggur terhadap total angkatan kerja, yang menjadi indikator utama dalam mengukur penyerapan tenaga kerja di suatu daerah.

Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Kabupaten Rembang, Fery Sumardi, menjelaskan kenaikan tersebut seiring bertambahnya jumlah angkatan kerja.

Pada 2025, jumlah angkatan kerja di Rembang mencapai 403.612 orang. Angka ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, menandakan partisipasi masyarakat dalam dunia kerja terus tumbuh.

“Ini menjadi indikasi bahwa aktivitas ekonomi dan minat kerja masyarakat terus berkembang,” ujarnya.

Di tingkat provinsi, Rembang tetap menempati posisi ketiga TPT terendah di Jawa Tengah, berada di bawah Kabupaten Temanggung dan Wonogiri. Capaian tersebut juga jauh lebih baik dibandingkan rata-rata TPT Jawa Tengah yang mencapai 4,66 persen.

Kondisi ini menunjukkan bahwa penyerapan tenaga kerja di Rembang berjalan cukup efektif. Sektor industri lokal masih berperan aktif dalam membuka peluang kerja, didukung berbagai program ketenagakerjaan yang adaptif.

Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah optimalisasi platform NakerBisa guna mempercepat penyaluran tenaga kerja di daerah.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Rembang juga terus mendorong peningkatan kualitas tenaga kerja melalui program sertifikasi kompetensi dan pelatihan berbasis standar industri.

Upaya lainnya dilakukan melalui penyuluhan karier bagi pelajar, penyelenggaraan job fair, serta program perluasan kesempatan kerja.

“Kabupaten Rembang berada di jalur yang positif. Kami optimistis kinerja ketenagakerjaan akan terus meningkat dan mampu bersaing di tingkat provinsi,” pungkas Fery. 

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru