Tuban, MEMANGGIL.CO - Pemerintah Kabupaten Tuban terus mendorong transformasi perpustakaan desa agar tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga menjadi pusat belajar dan pemberdayaan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tuban, Endro Budi Sulistyo, dalam kegiatan bimbingan teknis penguatan Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS).
Baca juga: Rektor Unesa Sentil Fenomena 'Generasi Gadget' di Dialog Kebangsaan: Jangan Cabut Akar Budaya!
Dalam sambutannya, Endro menegaskan bahwa perpustakaan desa memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di tingkat desa.
Menurutnya, keberadaan perpustakaan harus mampu beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat saat ini.
“Perpustakaan desa tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga ruang belajar dan pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.
Baca juga: Sokong Industri Jatim, PLN Perkuat Keandalan Listrik Pelanggan Tegangan Tinggi
Ia menjelaskan, melalui program TPBIS, perpustakaan didorong menjadi ruang yang lebih aktif dan inklusif. Tidak hanya menyediakan bahan bacaan, tetapi juga menghadirkan kegiatan yang mampu meningkatkan keterampilan dan pengetahuan masyarakat.
Melalui kegiatan bimbingan teknis tersebut, pihaknya berharap para pengelola perpustakaan desa dapat memahami sekaligus menerapkan program transformasi perpustakaan dengan baik di wilayah masing-masing.
Baca juga: Polemik Sumur Minyak Gandu Memanas, Distribusi Terhambat Meski Klaim Kantongi Izin Lengkap
Program ini sekaligus menjadi langkah lanjutan dalam memperkuat implementasi TPBIS di Kabupaten Tuban agar manfaat perpustakaan semakin dirasakan masyarakat secara luas.
“Kami berharap perpustakaan desa di Tuban semakin aktif menghadirkan layanan yang bermanfaat bagi masyarakat. Perpustakaan harus mampu menjadi ruang belajar, ruang berbagi keterampilan, sekaligus pusat pengembangan literasi berbasis kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.
Editor : Abdul Rohman