Surabaya, MEMANGGIL.CO  – Rektor Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Prof. Dr. H. Nurhasan, M.Kes., memberikan peringatan keras terkait memudarnya identitas budaya di kalangan generasi muda. 

Hal tersebut disampaikannya dalam acara Dialog Kebangsaan Festival Rumah Kampus yang digelar di Graha Unesa, Surabaya,pada Sabtu, 9 Mei 2026.

Dalam sambutannya, pria yang akrab disapa Cak Hasan ini menyoroti fenomena remaja Indonesia yang kini jauh lebih fasih menyanyikan lagu-lagu K-Pop dibandingkan mengenal budaya lokal sendiri.

​Cak Hasan menegaskan bahwa identitas kebangsaan saat ini sedang diuji oleh arus budaya mancanegara yang sangat masif.

Ia mencontohkan bagaimana euforia konser grup musik seperti Blackpink dan BTS mampu menyedot antusiasme luar biasa dari generasi muda tanah air.

"Muncul pertanyaan besar, ada apa dengan generasi kita? Bagaimana jadinya jika mereka nanti tercerabut dari akar budaya sendiri?" ujar Cak Hasan di hadapan para mahasiswa dan tamu undangan.

Ia menekankan bahwa seni dan budaya adalah "ruh" dari jati diri bangsa. Jika keterikatan terhadap budaya lokal hilang, maka visi Indonesia Emas 2045 terancam kehilangan fondasi karakternya.

​Lebih lanjut, Rektor Unesa ini mengajak audiens untuk melakukan refleksi diri.

Sate Pak Rizki

Menurutnya, kecenderungan anak muda menyukai budaya asing bukan sepenuhnya kesalahan mereka, melainkan adanya kemungkinan kegagalan generasi sebelumnya dalam mengemas budaya lokal secara adaptif.

"Boleh jadi karena kita tidak mampu mewariskannya dengan cara yang tepat. Kemajuan teknologi menciptakan kesenjangan generasi yang membuat harta karun seni budaya kita tidak tersampaikan dengan baik," imbuhnya.

Ia menilai industri kreatif mancanegara berhasil karena mampu mengemas konten yang sesuai dengan ekosistem digital anak muda saat ini. Hal inilah yang menjadi tantangan besar bagi dunia pendidikan dan pegiat budaya di Indonesia.

​Dialog Kebangsaan ini diklaim bukan sekadar ajang diskusi tanpa arah, melainkan wadah untuk merumuskan solusi nyata guna memperkuat rasa kebangsaan.

Lokasi acara, Graha Unesa, juga disebut sebagai gedung bersejarah yang telah menjadi pusat perhatian nasional, tercatat telah dikunjungi oleh Presiden Joko Widodo sebanyak dua kali serta jajaran menteri kabinet.

Ke depan, diharapkan sinergi antara akademisi dan pemerintah terus kuat untuk memastikan generasi emas 2045 tetap memegang teguh nilai-nilai keindonesiaan di tengah gempuran globalisasi.