Blora, MEMANGGIL.CO - Upaya pengembangan layanan kesehatan yang dilakukan RSUD dr. R. Soeprapto Cepu dalam beberapa tahun terakhir mulai menunjukkan hasil signifikan. Penambahan layanan spesialis, penguatan sumber daya manusia, hingga pembenahan fasilitas rumah sakit dinilai menjadi faktor utama meningkatnya jumlah kunjungan pasien.
Direktur RSUD dr. R. Soeprapto Cepu, drg. Wilys Yuniarti mengungkapkan, tren kenaikan kunjungan pasien terus terjadi dalam tiga tahun terakhir, baik pada pelayanan rawat jalan, rawat inap, maupun Instalasi Gawat Darurat (IGD).
Baca juga: Tak Hanya Plantungan, Minyak dari Desa Gandu Blora Juga Mulai Resmi Dikirim ke Pertamina
Berdasarkan laporan evaluasi rumah sakit, jumlah kunjungan rawat jalan pada 2023 tercatat sebanyak 38.348 pasien. Angka tersebut melonjak menjadi 59.450 kunjungan pada 2024 dan kembali meningkat menjadi 72.770 kunjungan sepanjang 2025.
“Peningkatan kunjungan ini tidak terjadi begitu saja. Kami terus melakukan pengembangan layanan kesehatan, menambah tenaga medis, dokter spesialis, serta melengkapi fasilitas penunjang pelayanan agar masyarakat semakin nyaman berobat di RSUD Cepu,” ujar drg. Wilys Yuniarti, ditulis Rabu (6/5/2026).
Menurutnya, lonjakan tertinggi terjadi pada 2024 dengan kenaikan mencapai lebih dari 55 persen dibanding tahun sebelumnya. Sementara pada 2025, tren peningkatan masih terus berlangsung meskipun lebih stabil dengan kenaikan sekitar 22,4 persen.
Tidak hanya pelayanan rawat jalan, jumlah pasien rawat inap juga menunjukkan peningkatan cukup signifikan. Pada 2023 tercatat sebanyak 10.856 pasien rawat inap, meningkat menjadi 13.742 pasien pada 2024 dan kembali bertambah menjadi 14.038 pasien pada 2025. Sementara kunjungan IGD naik dari 8.330 pasien pada 2023 menjadi 13.803 pasien di tahun 2025.
Wilys menjelaskan, meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap RSUD Cepu dipengaruhi hadirnya sejumlah layanan baru yang sebelumnya belum tersedia secara optimal. Beberapa layanan yang kini banyak diminati masyarakat di antaranya poli jantung, poli THT, rehabilitasi medik, poli mata, poli jiwa, hingga layanan hemodialisa.
Dari berbagai layanan tersebut, poli penyakit dalam menjadi layanan dengan jumlah kunjungan tertinggi selama 2025 dengan total mencapai 17.497 pasien.
Baca juga: Pisah Sambut Camat Cepu Berlangsung Hangat, Rajiman Siap Lanjutkan Program Penggerak UMKM
Selain memperluas layanan, RSUD Cepu juga melakukan pengembangan sarana dan prasarana penunjang pelayanan kesehatan. Rumah sakit milik Pemkab Blora tersebut sebelumnya meresmikan gedung rawat inap baru Flamboyan dan Teratai yang dilengkapi fasilitas HCU serta ruang isolasi untuk menunjang standar pelayanan KRIS.
“Pengembangan fasilitas menjadi kebutuhan penting karena jumlah pasien terus meningkat. Kami ingin masyarakat mendapatkan pelayanan yang cepat, aman, dan nyaman,” lanjut Wilys.
Tak hanya fokus pada layanan medis, RSUD Cepu juga mulai mempercepat transformasi digital dalam pelayanan pasien. Pengembangan sistem antrean online, integrasi Mobile JKN, hingga layanan informasi berbasis digital dilakukan untuk memangkas waktu tunggu pasien dan meningkatkan efisiensi pelayanan.
Di sisi lain, rumah sakit juga terus memperkuat kualitas pelayanan melalui budaya kerja 5S dan 5R, pelatihan tenaga kesehatan, hingga pemantauan mutu alat kesehatan secara berkala. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kualitas pelayanan di tengah meningkatnya jumlah kunjungan pasien.
Baca juga: UTR Cepu Bikin Kejutan Nasional, Kampus Blora Ini Tumbangkan PTN dan PTS Elite
Ke depan, RSUD dr. R. Soeprapto Cepu juga berencana menambah layanan rawat inap khusus pasien gangguan kejiwaan sebagai upaya memperluas akses layanan kesehatan mental bagi masyarakat Blora bagian timur dan sekitarnya.
Selain itu, rumah sakit juga tengah mempersiapkan penerapan penuh standar Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) sesuai kebijakan pemerintah pusat dengan target sebagian besar tempat tidur rumah sakit memenuhi standar layanan nasional.
Dengan berbagai pengembangan tersebut, RSUD Cepu berharap dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap layanan rumah sakit daerah.
Editor : Redaksi