Akhir Kiprah Pengedar Sabu yang Kuasai Kawasan Industri Tuban
Tuban, MEMANGGIL.CO – Kiprah seorang pengedar narkotika jenis sabu yang diduga menguasai peredaran di kawasan industri Kabupaten Tuban akhirnya berakhir di tangan aparat kepolisian.
Baca juga: Bungkasai JFF 2026, Festival Budaya Jepang Pererat Hubungan Bilateral dan Kebudayaan
Satresnarkoba Polres Tuban berhasil meringkus pelaku yang selama beberapa bulan terakhir masuk dalam daftar Target Operasi (TO) kepolisian.
Tersangka diketahui berinisial CES (37), seorang pria warga Desa Tasikharjo, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban. Dari hasil penangkapan tersebut, polisi menyita sisa dua paket sabu siap edar dengan total berat 45,67 gram.
Kapolres Tuban, AKBP Alaiddin, mengatakan penangkapan ini merupakan hasil pengembangan dari laporan masyarakat yang resah dengan aktivitas peredaran narkoba di wilayah kawasan industri.
“Barang bukti dan pelaku telah diamankan,” ujar AKBP Alaiddin, Sabtu (30/5/2026).
Menurutnya, informasi awal dari masyarakat menjadi pintu masuk penting bagi kepolisian untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut. Dari hasil pemantauan, pelaku diketahui kerap melakukan aktivitas peredaran di sekitar kawasan tempat tinggalnya.
Setelah memastikan keberadaan tersangka, petugas kemudian melakukan penindakan dan berhasil menangkap CES di dalam kamar rumahnya tanpa perlawanan.
“Pelaku diamankan di dalam kamar rumahnya,” tegas Kapolres.
Baca juga: Jemput Bola Deteksi HIV, Dinkes Sidoarjo Gelar Mobile VCT bagi Pasien Rehabilitasi Narkoba
Dari hasil pemeriksaan awal, pelaku diduga menjalankan peredaran sabu dengan sistem ranjau, yakni meletakkan barang di titik tertentu yang telah disepakati dengan pembeli untuk menghindari kontak langsung.
“Barang narkotika jenis sabu diedarkan di sekitaran Tuban,” jelasnya.
Selain sabu, polisi juga mengamankan uang tunai hasil transaksi sebesar Rp250 ribu, satu unit telepon genggam, timbangan digital, tas, serta sejumlah barang yang diduga digunakan dalam aktivitas peredaran narkotika.
Meski pelaku utama telah diamankan, Polres Tuban memastikan penyelidikan masih terus berlanjut untuk mengungkap jaringan yang lebih luas, termasuk dugaan pemasok dari luar daerah.
Baca juga: Usai Istirahat dan Makan Semangka, Pekerja Bangunan di Grobogan Meninggal Dunia
“Anggota masih terus melakukan pengembangan untuk menelusuri asal barang, termasuk dugaan pasokan yang berasal dari Surabaya,” ungkap AKBP Alaiddin.
Kapolres menegaskan bahwa peredaran narkotika merupakan ancaman serius bagi masyarakat karena berdampak besar terhadap generasi muda dan stabilitas sosial. Karena itu, pemberantasan narkoba akan terus menjadi prioritas utama kepolisian.
Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak ragu memberikan informasi apabila mengetahui adanya aktivitas mencurigakan terkait narkotika di lingkungan sekitar.
“Kami mohon dukungannya agar pengungkapan kasus narkotika bisa lebih besar lagi,” pungkasnya.
Editor : Abdul Rohman