Cerita dari Blora: Ketika Desa Sumurboto Memilih Melawan Narkoba

Reporter : Redaksi
Sosialisasi melawan narkoba oleh Polres Blora. (Istimewa)

Blora, MEMANGGIL.CO - Perang melawan narkoba tak selalu dimulai dari penggerebekan besar, deretan tersangka yang diborgol, atau tumpukan barang bukti yang dipamerkan di hadapan kamera. Di Desa Sumurboto, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora, perlawanan itu justru tumbuh dari sebuah bangunan sederhana di tepi Jalan Turirejo-Sumurboto.

Bangunan milik Pemerintah Desa Sumurboto itu mungkin tampak biasa bagi orang yang melintas. Tak ada pagar menjulang tinggi. Tak ada hiruk pikuk aktivitas yang mencolok. Namun dari tempat itulah, sebuah ikhtiar bersama dirawat setiap hari untuk menjaga kampung agar tetap bersih dari ancaman narkotika.

Baca juga: Dilaporkan ke Polisi, Bos Kapal Api Soedomo Terseret Rebutan Pengelolaan Kelenteng Tuban

Tempat itu kini dikenal sebagai Posko Kampung Bebas dari Narkoba (KBDN). Keberadaan posko tersebut lahir dari satu kesadaran sederhana yaitu ancaman narkoba tidak lagi mengenal batas. Ia bisa masuk ke mana saja, menyasar siapa saja, termasuk desa-desa yang selama ini dikenal tenang dan guyub.

Bagi warga Desa Sumurboto, mencegah jauh lebih baik daripada menyesal ketika semuanya terlambat.

Perlawanan yang Dimulai dari Hal-Hal Sederhana

Sosialisasi melawan narkoba di Blora. (Istimewa)

Dari posko itu, berbagai langkah pencegahan disusun secara terencana. Pengurus tidak bekerja berdasarkan perkiraan semata. Operasional Posko KBDN telah dilengkapi dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) sebagai pedoman agar setiap program berjalan terarah, terukur, dan berkesinambungan.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah membagikan serta menempelkan pamflet berisi informasi mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba di sejumlah titik strategis desa.

Sekilas, selembar pamflet mungkin tampak sederhana. Namun di baliknya tersimpan harapan agar setiap warga yang membaca dapat memahami bahwa narkotika bukan sekadar pelanggaran hukum, melainkan ancaman nyata yang dapat merusak kesehatan, menghancurkan masa depan, bahkan memecah keharmonisan keluarga.

Perlawanan juga dibangun melalui percakapan. Warga diajak hadir dalam sosialisasi tatap muka. Mereka diberi pemahaman mengenai dampak destruktif narkotika terhadap kehidupan sosial dan masa depan generasi muda.

Diskusi demi diskusi dibangun agar masyarakat memiliki keberanian untuk saling mengingatkan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap lingkungan sekitar. Pelan-pelan, kesadaran itu mulai tumbuh.

Menjaga Sebelum Kehilangan

Sosialisasi melawan narkoba di Blora. (Istimewa)

Baca juga: Cerita dari Blora: Ketika Belanda Menggambar Ulang Peta, tetapi Tak Mampu Menghapus Ingatan Sebuah Daerah

Posko KBDN tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Pengurus secara berkala melakukan survei dan menghimpun berbagai testimoni warga untuk mengetahui sejauh mana program yang dijalankan memberikan dampak nyata.

Hasilnya, masyarakat memberikan apresiasi terhadap keberadaan Kampung Bebas dari Narkoba. Mereka merasa lebih memahami bahaya narkoba, lebih peduli terhadap lingkungan, serta semakin sadar bahwa menjaga kampung dari ancaman tersebut bukan hanya tugas aparat penegak hukum.

Kesadaran itulah yang menjadi benteng pertama. Sebab, narkoba bukan sekadar persoalan kriminalitas. Ia adalah ancaman yang dapat merenggut masa depan anak-anak, merusak produktivitas generasi muda, serta meninggalkan luka panjang bagi keluarga yang terdampak.

Kapolres Blora, AKBP Wawan Andi Susanto, melalui Kasatresnarkoba Polres Blora, AKP Miftah Anshori, menegaskan bahwa perang melawan narkoba membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

"Posko ini menjadi wadah kolaborasi," ujarnya, ditulis Memanggil.co, Minggu (14/6/2026). 

Menurut dia, pemerintah desa, kepolisian, dan masyarakat harus berjalan beriringan agar upaya pencegahan dapat berjalan efektif.

Baca juga: Cerita dari Blora: Ketika Jepon, Ngawen, Panolan, dan Karangjati Mulai Menjadi Bagian dari Sejarah

"Edukasi harus dilakukan secara berkelanjutan," katanya.

Ia juga menekankan bahwa peran aktif warga menjadi faktor penting dalam menciptakan lingkungan yang aman.

"Masyarakat harus ikut terlibat," tegasnya.

Bagi Desa Sumurboto, Posko Kampung Bebas dari Narkoba mungkin hanyalah sebuah bangunan sederhana. Namun di dalamnya tersimpan mimpi yang jauh lebih besar yaitu menjaga anak-anak agar tumbuh tanpa bayang-bayang narkoba, membuat para orang tua merasa tenang, dan memastikan generasi penerus Blora memiliki masa depan yang lebih baik.

Karena pada akhirnya, menjaga kampung tetap bersih dari narkoba bukanlah pekerjaan satu atau dua orang. Ia adalah ikhtiar bersama yang dimulai dari kepedulian, dirawat melalui gotong royong, dan dijaga oleh keberanian untuk tidak tinggal diam.

Dan dari sebuah posko di sudut Desa Sumurboto itu, Blora sedang belajar bahwa perang melawan narkoba bisa dimulai dari langkah-langkah kecil, sebelum ada generasi yang harus dikorbankan.

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru