Surabaya, MEMANGGIL.CO - PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) memperkuat sinergi di sektor industri keandalan pasokan listrik.
Upaya tersebut disampaikan melalui kunjungan kerja dan audiensi manajemen PLN UIT JBM ke PT Daesang Ingredients Indonesia di Driyorejo, Kabupaten Gresik, pada Rabu, 17 Juni 2026.
Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh General Manager PLN UIT JBM, Ika Sudarmaja, dengan didampingi jajaran manajemen Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Malang. Rombongan disambut oleh General Manager Technical Division PT Daesang Ingredients Indonesia, Andiek Yanuar Arifin, beserta jajaran staf perusahaan.
General Manager PLN UIT JBM, Ika Sudarmaja, mengungkapkan, audiensi rutin kepada Konsumen Tegangan Tinggi (KTT) merupakan wujud komitmen PLN dalam mendukung keberlangsungan sektor industri.
Dalam pertemuan tersebut, PLN memaparkan perkembangan terkini sistem kelistrikan pada Subsistem Krian, termasuk berbagai program perkuatan jaringan dan infrastruktur yang tengah berjalan.
"Upaya ini merupakan bentuk komitmen PLN UIT JBM dalam menjaga kontinuitas layanan kepada pelanggan, khususnya pelanggan Tegangan Tinggi, sehingga kegiatan operasional dan proses produksi dapat berjalan secara optimal tanpa gangguan," kata Ika Sudarmaja dalam keterangan resminya, Kamis, 18 Juni 2026.
Ia menambahkan, langkah proaktif ini juga menjadi bagian dari implementasi program Beyond Service. Melalui program ini, PLN tidak hanya berfokus pada keandalan pasokan listrik semata, melainkan juga aktif membangun komunikasi, memperkuat kolaborasi, dan menghadirkan nilai tambah bagi hubungan kemitraan yang berkelanjutan.
Di sisi lain, pihak industri menyambut baik langkah proaktif dari operator setrum negara tersebut. General Manager Technical Division PT Daesang Ingredients Indonesia, Andiek Yanuar Arifin, menyampaikan apresiasinya atas dukungan penuh PLN selama ini dalam menyuplai energi ke pabriknya.
"Kami berharap PLN dapat terus menjaga keandalan sistem serta kualitas tenaga listrik yang disalurkan. Pasokan listrik yang stabil dan berkualitas merupakan kebutuhan utama yang sangat menentukan kelancaran serta keberlangsungan proses produksi perusahaan," ungkap Andiek.
Melalui pertemuan ini, kedua belah pihak sepakat untuk terus meningkatkan koordinasi dan komunikasi berkala.
"Sinergi yang kuat antara penyedia energi dan pelaku industri ini diharapkan mampu menciptakan iklim usaha yang kondusif sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Jawa Timur," pungkas Andiek.
Editor : Redaksi