Blora, MEMANGGIL.CO - Perwakilan Pekerja Seni Budaya Blora menegaskan komitmennya untuk terus mengawal proses hukum kasus pengeroyokan yang menimpa seniman Asyik Nurdiansyah hingga tuntas. Mereka berharap aparat kepolisian dapat mengungkap seluruh fakta yang terjadi dan memastikan ada pihak yang bertanggung jawab atas peristiwa tersebut.

Komitmen itu disampaikan perwakilan Pekerja Seni Budaya Blora, Exi Wijaya, usai mengikuti audiensi bersama jajaran Polres Blora yang membahas perkembangan penanganan kasus pengeroyokan terhadap Asyik Nurdiansyah, warga Dukuh Karanglegi, Desa Patalan, Kecamatan Blora.

Audiensi yang berlangsung pada Kamis (18/6/2026) di Mapolres Blora tersebut dihadiri langsung oleh Kapolres Blora AKBP Wawan Andi Susanto, Wakapolres Blora Kompol Slamet Riyanto, Kasatreskrim AKP Zaenul Arifin, Kapolsek Tunjungan AKP Subiyono, serta sejumlah perwakilan pekerja seni budaya dari berbagai wilayah di Kabupaten Blora.

Dalam forum tersebut, kepolisian memaparkan perkembangan penanganan perkara, mulai dari pemeriksaan korban, pemanggilan saksi, hingga tahapan penyelidikan yang sedang berjalan.

Menanggapi penjelasan tersebut, Exi Wijaya menyampaikan apresiasi atas keterbukaan Polres Blora dalam menerima aspirasi para pekerja seni dan memberikan penjelasan langsung terkait perkembangan kasus yang saat ini menjadi perhatian banyak kalangan.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa audiensi tersebut bukanlah akhir dari perjuangan para pekerja seni dalam mencari keadilan bagi rekan mereka yang menjadi korban dugaan tindak kekerasan saat menjalankan profesinya.

Menurutnya, seluruh pekerja seni budaya di Kabupaten Blora memiliki kepentingan yang sama untuk memastikan kasus tersebut tidak berhenti di tengah jalan dan benar-benar mendapatkan penyelesaian hukum yang jelas.

"Kami akan terus mengawal kasus ini sampai tuntas," tegas Exi Wijaya.

Ia menilai pengawalan dari komunitas pekerja seni penting dilakukan agar proses hukum berjalan secara transparan dan tetap menjadi perhatian publik. Terlebih, kasus yang menimpa Asyik Nurdiansyah terjadi saat korban sedang bekerja sebagai seniman dalam sebuah acara hiburan masyarakat.

Bagi kalangan pekerja seni, peristiwa tersebut tidak hanya menyangkut kepentingan pribadi korban, tetapi juga menyangkut rasa aman seluruh seniman yang setiap hari menjalankan profesinya di berbagai panggung hiburan di Kabupaten Blora.

Exi berharap aparat kepolisian dapat terus bekerja secara profesional dalam mengungkap seluruh fakta yang terjadi, termasuk mengidentifikasi siapa saja pihak yang memiliki peran maupun tanggung jawab dalam peristiwa tersebut.

"Kami akan terus mendorong kepolisian agar dalam kasus ini ada pihak yang bertanggung jawab," ujarnya.

Sate Pak Rizki

Menurut Exi, kepastian hukum menjadi hal yang sangat penting agar tidak muncul kesan bahwa tindakan kekerasan terhadap pekerja seni dapat terjadi tanpa konsekuensi hukum yang jelas.

Ia juga menegaskan bahwa komunitas pekerja seni tidak memiliki kepentingan lain selain mencari keadilan dan menciptakan rasa aman bagi seluruh seniman yang tampil menghibur masyarakat.

Lebih lanjut, Exi menyambut baik berbagai langkah yang telah disampaikan Kapolres Blora dalam audiensi tersebut, mulai dari komitmen mengusut kasus hingga rencana evaluasi mekanisme perizinan hiburan yang mewajibkan penyelenggara menjamin keamanan pekerja seni.

Menurutnya, langkah-langkah tersebut menunjukkan adanya keseriusan aparat dalam merespons keresahan yang selama ini dirasakan kalangan pekerja seni.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa ukuran keberhasilan penanganan perkara tetap terletak pada tuntas atau tidaknya proses hukum yang sedang berjalan.

"Kami percaya dan menghormati proses hukum yang dilakukan kepolisian. Tetapi kami juga akan terus mengawal agar kasus ini benar-benar mendapatkan kejelasan dan ada pertanggungjawaban dari pihak yang terlibat," katanya.

Exi juga berharap bahwa peristiwa yang menimpa Asyik Nurdiansyah dapat menjadi momentum perbaikan bagi seluruh pihak, baik penyelenggara hiburan, aparat keamanan, maupun masyarakat, untuk lebih menghargai profesi pekerja seni.

Menurutnya, seniman hadir untuk menghibur masyarakat dan menjadi bagian dari kegiatan sosial maupun budaya di daerah. Karena itu, sudah seharusnya mereka mendapatkan perlindungan dan rasa aman saat menjalankan pekerjaannya.

Di akhir audiensi, para pekerja seni budaya Blora menyatakan akan terus menjalin komunikasi dengan aparat kepolisian guna memantau perkembangan penanganan kasus. Mereka juga berkomitmen menjaga situasi tetap kondusif sembari menyerahkan proses pembuktian kepada aparat penegak hukum.

Dengan komitmen tersebut, kasus pengeroyokan terhadap Asyik Nurdiansyah tidak hanya menjadi perjuangan seorang korban mencari keadilan, tetapi juga menjadi simbol perjuangan kalangan pekerja seni untuk mendapatkan perlindungan hukum dan jaminan keamanan saat menjalankan profesinya di Kabupaten Blora.