Konser Denny Caknan Ricuh, DPRD Surabaya Semprot Dinkes dan RSUD Soewandhie

Reporter : Adji
Ricuh konser Denny Caknan di Surabaya. (Ig sosial / Memanggil.co)

Surabaya, MEMANGGIL.CO  – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya dan manajemen RSUD dr. Mohammad Soewandhie kini tengah menjadi sorotan tajam.  

Instansi pelat merah tersebut dinilai gagap dan abai dalam mengantisipasi jatuhnya korban akibat kericuhan yang mewarnai konser gratis Denny Caknan di Surabaya Expo Center (eks Hi-Tech Mall/THR), Minggu, 5 Juli 2016 malam. 

Konser yang digelar dalam rangka pembukaan pusat kreativitas anak muda tersebut berujung ricuh setelah massa yang membludak nekat menjebol pagar pembatas.  

Akibat insiden ini, sedikitnya delapan orang dilaporkan terluka, terdiri dari dua petugas keamanan dan enam warga sipil. 

Namun, polemik justru meruncing pasca-evakuasi korban ke RSUD dr. Mohammad Soewandhie. Pihak rumah sakit dan Dinkes Surabaya dinilai kurang sigap dalam mengantisipasi kedatangan korban dari acara besar yang notabene milik Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tersebut. 

Ketua DPRD Kota Surabaya, Syaifuddin Zuhri, menyatakan keprihatinan mendalam sekaligus melayangkan kritik keras atas insiden ini. 

Saat meninjau langsung lokasi kejadian pada Minggu malam, Syaifuddin mengaku menerima laporan langsung dari para korban yang mengeluhkan minimnya penanganan medis di rumah sakit. 

"Mestinya sigap. Di mana ada kerumunan besar, secara otomatis mereka (Dinkes dan RS) harusnya bisa mengantisipasi. Saya mendengar keluhan beberapa korban yang mengaku tak tertangani dengan baik," ujar Syaifuddin dengan nada kecewa. 

Lebih mencengangkan lagi, politisi tersebut membeberkan temuan terkait kekosongan tenaga medis krusial saat para korban dilarikan ke rumah sakit. 

"Yang terjadi malah sebaliknya, saya dengar tidak ada dokter jaga saat insiden terjadi. Ini ironis, di mana Surabaya yang terus berbenah sebagai kota dengan layanan publik terbaik, justru abai terhadap peristiwa semacam ini," cetusnya. 

Syaifuddin menyampaikan, kalau fasilitas kesehatan warga harus selalu siap siaga 24 jam penuh, baik dari segi sarana prasarana maupun sumber daya manusia (SDM).  

Terlebih, keluhan terhadap pelayanan RSUD dr. Mohammad Soewandhie bukan kali pertama ini terjadi. 

Merespons kelalaian fatal ini, DPRD Kota Surabaya menegaskan tidak akan tinggal diam. Dalam waktu dekat, pihak legislatif akan melayangkan surat pemanggilan resmi kepada Dinas Kesehatan Kota Surabaya serta Direktur RSUD dr. Mohammad Soewandhie untuk dimintai pertanggungjawaban. 

Syaifuddin berharap evaluasi total segera dilakukan agar nama baik pelayanan publik Kota Pahlawan tidak tercoreng oleh buruknya manajemen kesehatan. 

"Ndak bisa dibiarkan seperti ini. Emanlah, Suroboyo kota-ne apik (sayang sekali, Surabaya kotanya sudah bagus), tapi layanan kesehatan dikeluhkan. Ayo kita perbaiki bersama," pungkasnya.

Editor : Abdul Rohman

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru