Blora, MEMANGGIL.CO - Dinding-dinding kosong di halaman Mapolres Blora mendadak berubah menjadi kanvas raksasa. Sejak Senin (29/6/2026) pagi, para seniman dari berbagai daerah tampak sibuk menorehkan cat warna-warni.

Mereka tidak sedang sekadar melukis. Di balik setiap goresan, terselip pesan tentang keamanan, kepedulian, dan tanggung jawab bersama menjaga lingkungan.

Semangat itulah yang mewarnai Polsek Jepon Mural Competition dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80. Mengusung tema "Jaga Kamtibmas, Mulai dari Kita", kompetisi ini menjadi salah satu peringatan Hari Bhayangkara yang berbeda dari biasanya.

Jika selama ini kegiatan kepolisian identik dengan upacara, bakti sosial, atau olahraga bersama, Polsek Jepon salah satunya memilih jalur seni sebagai medium mendekatkan pesan kamtibmas kepada masyarakat.

Menariknya, ajang tersebut bukan sekadar kompetisi lokal. Berdasarkan pendaftaran secara daring, tercatat sebanyak 28 peserta dari berbagai kota dan provinsi mendaftar. Hingga hari pertama pelaksanaan, 17 peserta telah hadir di lokasi, sedangkan peserta lainnya masih dalam perjalanan menuju Blora.

Jakarta, Bekasi, Yogyakarta, hingga sejumlah daerah di Jawa Timur menjadi bukti bahwa gaung kegiatan ini telah menembus batas daerah.

Panitia kompetisi, Setiawan Eko Andrianto atau yang akrab disapa Andri, mengaku tak menyangka antusiasme peserta begitu tinggi.

"Alhamdulillah antusiasnya juga banyak dari berbagai kota mulai dari Jakarta, dari Jawa Timur, terus ada juga dari Bekasi, dari Jogja, dan lainnya. Acaranya nasional," ujarnya saat diwawancarai Memanggil.co, Senin (29/6/2026). 

Menurut Andri, kompetisi mural tingkat nasional tersebut lahir dari kolaborasi antara Polsek Jepon dan elemen masyarakat, khususnya Karang Taruna Kelurahan Jepon.

Berawal dari permintaan Kapolsek Jepon, IPTU H.M. Junaidi, pihaknya kemudian bergerak menyiapkan kegiatan agar dapat berjalan dengan baik.

"Untuk kegiatan di sini kemarin diminta bantuan Pak Kapolsek, untuk menyelenggarakan mural di Mapolres dengan peserta umum," kata Andri.

Andri menuturkan, sebelum digelar di tingkat nasional, kegiatan serupa sebenarnya telah lebih dahulu dilaksanakan di lingkungan Kecamatan Jepon dengan menyasar para pelajar.

Sate Pak Rizki

Ajang tingkat pelajar itu ternyata mendapat sambutan positif. Dari sanalah muncul gagasan untuk memperluas cakupan peserta hingga tingkat nasional.

"Ya, awalnya kita menggelar mural tingkat pelajar se-Kecamatan Jepon, terus dilanjutkan mural umum di Polres Blora," ungkapnya.

Bagi Andri, kegiatan ini bukan semata-mata mencari pemenang. Lebih dari itu, kompetisi mural diharapkan menjadi ruang bagi para seniman untuk saling bertemu, bertukar gagasan, sekaligus mempererat persaudaraan.

Karena alasan itulah panitia sengaja menggelar kegiatan selama dua hari, yakni pada 29 hingga 30 Juni 2026.

"Kegiatannya dua hari, tanggal 29 sama 30 Juni 2026," jelasnya.

"Terima kasih untuk para pemural, para seniman. Niat kita juga mewadahi untuk para seniman berkarya. Di sini kenapa waktunya lama karena kita fokuskan juga untuk silaturahimnya," lanjut Andri.

Panitia pun telah menyiapkan sejumlah hadiah bagi para pemenang. Juara pertama akan memperoleh hadiah sebesar Rp2 juta, juara kedua Rp1,5 juta, juara ketiga Rp1 juta, serta satu unit sepeda untuk kategori juara favorit.

Namun, bagi sebagian peserta, hadiah bukanlah tujuan utama. Kesempatan berkarya, bertemu sesama seniman, dan menyuarakan pesan kamtibmas melalui seni menjadi nilai tersendiri.

Terlebih, dari seluruh rangkaian kegiatan Hari Bhayangkara ke-80 di jajaran Polres Blora tahun ini, hanya Polsek Jepon yang menggelar kompetisi mural tingkat nasional.