RSUD dr. R. Soeprapto Cepu Edukasi Keluarga Pasien, Ingatkan Pentingnya Minum Obat Sesuai Aturan

Reporter : Redaksi
RSUD dr. R. Soeprapto Cepu menggelar kegiatan Sharing is Caring di Ruang Rawat Inap Anak. (Foto: Dok. RSUD Cepu)

Blora, MEMANGGIL.CO - RSUD dr. R. Soeprapto Cepu terus memperkuat upaya promotif dan preventif melalui edukasi kesehatan kepada pasien dan keluarga. Kali ini, rumah sakit menggelar kegiatan Sharing is Caring di Ruang Rawat Inap Anak dengan mengangkat tema "Jangan Asal Minum Obat, Yuk Kenali Aturannya!", Kamis (16/7/2026).

Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber Tanti Nastiti, S.Kep., Ns. yang memberikan pemahaman kepada pasien dan keluarga mengenai pentingnya penggunaan obat secara benar agar pengobatan berjalan efektif dan proses penyembuhan berlangsung optimal.

Baca juga: TP PKK Cepu Perkuat Sinergi Transisi PAUD ke SD, Tekankan Sekolah Ramah Anak Tanpa Tekanan Calistung

Edukasi ini menjadi bagian dari komitmen RSUD dr. R. Soeprapto Cepu dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat, khususnya bagi keluarga pasien yang mendampingi proses perawatan di rumah sakit.

Dalam paparannya, Tanti Nastiti menjelaskan bahwa masih banyak masyarakat yang menganggap semua obat dapat diminum dengan cara yang sama. Padahal, setiap jenis obat memiliki aturan penggunaan yang berbeda sesuai dengan kondisi pasien dan tujuan terapinya.

"Cara dan waktu minum obat sangat memengaruhi efektivitas pengobatan. Ada obat yang harus diminum saat perut kosong, ada yang harus dikonsumsi bersama makanan, dan ada pula yang diminum setelah makan. Karena itu, pasien harus mengikuti aturan yang diberikan tenaga kesehatan," ujarnya.

Ia menambahkan, kepatuhan terhadap jadwal minum obat juga menjadi faktor penting dalam menjaga kadar obat tetap stabil di dalam tubuh sehingga manfaat terapi dapat diperoleh secara maksimal.

Menurutnya, menghentikan obat tanpa anjuran dokter, mengurangi dosis sendiri, ataupun melewatkan jadwal minum obat berpotensi menghambat proses penyembuhan bahkan menimbulkan risiko kesehatan yang lebih besar.

"Apabila ada aturan penggunaan obat yang belum dipahami, jangan ragu bertanya kepada dokter, perawat, maupun apoteker. Jangan sampai kesalahan penggunaan obat justru memperlambat proses penyembuhan pasien," jelasnya.

Baca juga: RSUD dr. R. Soeprapto Cepu Buka Layanan Rawat Inap Jiwa, Hadirkan Penanganan Terpadu untuk Pasien Gangguan Mental

Selain memberikan edukasi mengenai penggunaan obat yang benar, peserta juga diingatkan pentingnya menjaga kebersihan tangan sebagai langkah sederhana namun efektif untuk mencegah penyebaran infeksi.

Dalam sesi edukasi tersebut, perawat mengajak peserta mempraktikkan enam langkah cuci tangan sesuai standar kesehatan. Kebiasaan mencuci tangan dianjurkan dilakukan sebelum minum obat, sebelum makan, setelah menggunakan toilet, maupun setelah beraktivitas.

"Minum obat sesuai aturan harus dibarengi dengan perilaku hidup bersih. Cuci tangan merupakan salah satu cara paling sederhana untuk mencegah penularan kuman, baik di rumah sakit maupun di lingkungan sehari-hari," kata Tanti.

Suasana kegiatan berlangsung interaktif. Sejumlah keluarga pasien tampak antusias mengikuti penyuluhan, mengajukan pertanyaan, serta mempraktikkan teknik cuci tangan yang diperagakan oleh petugas kesehatan.

Baca juga: Fakultas Hukum Universitas Jayabaya Gandeng Alumni, Siapkan Program Penguatan Pendidikan hingga Karier Lulusan

Pihak RSUD dr. R. Soeprapto Cepu berharap kegiatan Sharing is Caring dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya penggunaan obat secara rasional dan aman. Edukasi seperti ini juga diharapkan mampu mendorong keterlibatan keluarga dalam mendukung keberhasilan pengobatan pasien.

"Melalui kegiatan edukasi ini, kami ingin membangun kesadaran bahwa kesembuhan pasien tidak hanya bergantung pada obat, tetapi juga pada kepatuhan menjalankan terapi serta penerapan perilaku hidup bersih dan sehat," ujar salah satu petugas kesehatan.

RSUD dr. R. Soeprapto Cepu menegaskan akan terus menghadirkan berbagai program edukasi kesehatan bagi pasien maupun keluarga sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu pelayanan.

Dengan semakin baiknya pemahaman masyarakat terhadap informasi kesehatan, diharapkan angka kesalahan penggunaan obat dapat ditekan dan kualitas hidup pasien semakin meningkat.

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru