Putra Asli Blora Resmi Sandang Profesor UGM, Gus Arief: Bukti SDM Daerah Mampu Bersaing di Tingkat Nasional

Reporter : Redaksi
Momen Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman ketika foto bersama. (Istimewa)

Yogyakarta, MEMANGGIL.CO - Kabupaten Blora kembali menorehkan kebanggaan di dunia akademik nasional. Putra daerah asal Kabupaten Blora, Prof. Dr. Ahmad Maryudi, S.Hut., M.For., resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam bidang Kebijakan Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM), Kamis (16/7/2026).

Pengukuhan yang berlangsung dalam Sidang Senat Terbuka UGM di Aula Rektorat Universitas Gadjah Mada itu turut dihadiri Bupati Blora Dr. H. Arief Rohman. Kehadiran orang nomor satu di Blora tersebut menjadi bentuk apresiasi pemerintah daerah terhadap capaian akademik putra daerah yang berhasil meraih jabatan akademik tertinggi.

Baca juga: Pemkab Blora Gandeng UAD Yogyakarta, Gus Arief Perkuat Investasi SDM Lewat Kemitraan Kampus

Bupati yang akrab disapa Gus Arief mengatakan, pengukuhan Prof. Ahmad Maryudi bukan sekadar prestasi pribadi, tetapi juga menjadi kebanggaan bagi masyarakat Blora. Menurutnya, keberhasilan tersebut membuktikan bahwa putra-putri daerah mampu bersaing dan memberikan kontribusi di tingkat nasional maupun internasional melalui jalur pendidikan.

"Kami sangat bangga karena ada putra asli Blora yang berhasil menjadi profesor di Universitas Gadjah Mada. Ini bukan hanya kebanggaan keluarga, tetapi juga kebanggaan seluruh masyarakat Blora," ujar Gus Arief usai menghadiri prosesi pengukuhan.

Ia berharap pencapaian tersebut mampu menjadi motivasi bagi generasi muda Blora agar terus menempuh pendidikan setinggi mungkin dan tidak ragu bersaing di berbagai bidang.

"Semoga prestasi ini menjadi inspirasi bagi anak-anak muda Blora. Siapa pun bisa meraih cita-cita asalkan memiliki kemauan belajar, bekerja keras, dan terus meningkatkan kapasitas diri," katanya.

Menurut Gus Arief, kepakaran Prof. Ahmad Maryudi di bidang kebijakan kehutanan memiliki nilai strategis bagi Kabupaten Blora yang dikenal sebagai salah satu daerah dengan kawasan hutan terluas di Jawa Tengah.

Dengan karakter wilayah tersebut, berbagai tantangan pengelolaan hutan, pelestarian lingkungan, hingga pemberdayaan masyarakat sekitar hutan membutuhkan dukungan kajian ilmiah dan kebijakan yang tepat.

"Blora memiliki kawasan hutan yang sangat luas. Karena itu, kami berharap keilmuan Prof. Ahmad Maryudi dapat memberikan kontribusi pemikiran bagi pengelolaan kehutanan yang lebih berkelanjutan dan memberi manfaat bagi masyarakat," ungkapnya.

Bupati juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Blora terus membuka ruang kolaborasi dengan kalangan akademisi untuk memperkuat pembangunan berbasis ilmu pengetahuan, riset, dan inovasi.

Baca juga: Berawal dari Laporan 110, Begini Kronologi Lengkap Polres Blora Bongkar Gudang Pengoplos LPG di Kunduran

Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi menjadi salah satu kunci dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan di masa depan.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Arief juga mengingatkan bahwa Prof. Ahmad Maryudi bukan satu-satunya akademisi asal Blora yang berhasil menorehkan prestasi di tingkat nasional.

Sebelumnya, Blora juga melahirkan Prof. Ali Agus, akademisi UGM di bidang peternakan yang kini dipercaya menjadi Tenaga Ahli Menteri Pertanian Bidang Hilirisasi Produk Peternakan.

"Ini menunjukkan bahwa putra-putri Blora memiliki potensi besar. Kami berharap ke depan akan semakin banyak profesor, peneliti, dan akademisi yang lahir dari Kabupaten Blora untuk mengabdikan ilmunya kepada bangsa," ujarnya.

Sementara itu, Prof. Ahmad Maryudi menyampaikan rasa syukur atas amanah yang diterimanya sebagai Guru Besar UGM. Ia mengaku perjalanan akademiknya tidak lepas dari dukungan keluarga, para guru, kolega, serta berbagai pihak yang selama ini mendampinginya.

Baca juga: Sudah Saatnya Blora Punya Satgas Gabungan Berantas Penyalahgunaan LPG Bersubsidi

Sebagai putra daerah, ia juga menyatakan komitmennya untuk tetap memberikan perhatian terhadap pembangunan Kabupaten Blora, khususnya dalam bidang kehutanan dan pengelolaan sumber daya alam.

"Blora adalah daerah tempat saya berasal dan tumbuh. Saya berharap ilmu serta pengalaman yang saya miliki dapat memberikan manfaat bagi pembangunan daerah, khususnya dalam pengembangan kebijakan kehutanan yang berkelanjutan," ujar Prof. Ahmad Maryudi.

Pengukuhan Guru Besar tersebut menjadi momentum penting bagi dunia pendidikan sekaligus memperkuat optimisme bahwa daerah mampu melahirkan sumber daya manusia berkualitas yang berkiprah di tingkat nasional.

Bagi Pemerintah Kabupaten Blora, keberhasilan Prof. Ahmad Maryudi menjadi bukti bahwa investasi di bidang pendidikan merupakan langkah strategis dalam mencetak generasi unggul.

Pemerintah berharap prestasi tersebut dapat memacu semangat generasi muda untuk terus belajar, berinovasi, dan membawa nama baik Blora melalui karya serta prestasi di berbagai bidang keilmuan.

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru