Bupati Blora Kenalkan Kuliner Lokal kepada Sekjen Kementerian ESDM, Lontong Opor Pak Pangat Jadi Ajang Promosi UMKM

Reporter : Redaksi
Menikmati kuliner Opor Ngloram, Pak Pangat. (Istimewa)

Blora, MEMANGGIL.CO - Pemerintah Kabupaten Blora memanfaatkan kunjungan Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Prof. Dr. Ir. Ahmad Erani Yustika, sebagai momentum memperkenalkan kekuatan kuliner lokal sekaligus mempromosikan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kepada pemerintah pusat.

Usai mengikuti rangkaian agenda di Kabupaten Blora, Bupati Blora Dr. H. Arief Rohman mengajak Prof. Ahmad Erani Yustika beserta rombongan menikmati hidangan di Warung Lontong Opor Pak Pangat Ngloram. Turut hadir mendampingi Direktur PEM Akamigas Cepu, Dr. Erdila Indriani.

Baca juga: Gus Arief Tantang 100 Mahasiswa UNY Tinggalkan Warisan untuk Desa, Minta Ada Pameran Hasil KKN Sebelum Penarikan

Bukan tanpa alasan, Bupati Arief Rohman sengaja memilih warung kuliner rakyat dibandingkan restoran formal. Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Blora memperkenalkan cita rasa khas daerah kepada para tamu yang datang dari berbagai daerah, termasuk pejabat pemerintah pusat.

"Dari tampilannya saja ini sudah menggugah selera. Berasa suasana Lebaran terus kalau kulineran Lontong Opor Pak Pangat Ngloram ini," ujar Gus Arief, panggilan Bupati Blora, ditulis Kamis (23/7/2026).

Menurutnya, setiap kunjungan pejabat maupun tamu penting ke Kabupaten Blora harus mampu memberikan dampak yang lebih luas, tidak hanya pada hubungan kelembagaan, tetapi juga bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat.

"Kami ingin setiap tamu yang datang ke Blora tidak hanya membawa kesan baik terhadap daerah ini, tetapi juga mengenal kekayaan kuliner dan produk-produk UMKM yang dimiliki masyarakat. Ketika mereka menikmati dan memberikan apresiasi, secara tidak langsung mereka ikut menjadi duta promosi bagi Blora," kata Gus Arief.

Ia menilai promosi melalui pengalaman langsung jauh lebih efektif dibandingkan sekadar memperlihatkan katalog atau brosur wisata. Ketika tamu menikmati makanan khas daerah dan merasakan kualitasnya secara langsung, kesan tersebut akan lebih mudah diingat dan diceritakan kembali kepada orang lain.

Apresiasi terhadap kuliner khas Blora pun datang dari Sekjen Kementerian ESDM, Prof. Ahmad Erani Yustika. Ia mengaku terkesan dengan cita rasa Lontong Opor Pak Pangat yang disajikan.

Baca juga: Gus Arief Lepas 66 Siswa Ikuti Seleksi Magang Jepang, Dorong Generasi Muda Blora Siap Bersaing di Dunia Internasional

"Dulu saya membayangkan kalau opor yang enak itu berasal dari tempat kelahiran saya atau dari kabupaten/kota lain. Tapi setelah merasakan langsung Lontong Opor Pak Pangat Ngloram, ini yang paling top. Yang lain gugur sebelum semifinal," ujarnya sambil tersenyum.

Ia juga memuji kualitas hidangan yang dinilai memiliki cita rasa khas.

"Lontongnya tidak terlalu padat sehingga sangat enak, dipadukan dengan opor yang rasanya luar biasa," tambahnya.

Bagi Pemerintah Kabupaten Blora, pengakuan tersebut menjadi motivasi bagi para pelaku UMKM untuk terus meningkatkan kualitas produk. Kuliner tradisional dinilai memiliki potensi besar menjadi daya tarik wisata sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat.

Baca juga: Gus Arief Perkuat Kolaborasi dengan UNISMA, Blora Bidik Pengembangan Pertanian, SDM hingga Riset Berbasis Kampus

Pemkab Blora selama ini terus mendorong pengembangan UMKM melalui berbagai program, mulai dari pendampingan usaha, pelatihan, kemudahan perizinan, penguatan promosi hingga digitalisasi pemasaran agar produk lokal mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Bupati Arief Rohman menegaskan, pembangunan daerah tidak hanya diukur dari kemajuan infrastruktur, tetapi juga dari meningkatnya kesejahteraan pelaku usaha kecil yang menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat.

Melalui promosi kuliner lokal kepada tamu-tamu dari tingkat nasional, Pemkab Blora berharap produk-produk UMKM semakin dikenal, memiliki pasar yang lebih luas, serta mampu memperkuat identitas Kabupaten Blora sebagai daerah yang kaya akan potensi kuliner, budaya, dan keramahan masyarakatnya.

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru