Lampung Resmi Jadi Tuan Rumah Kongres XXXIII PB HMI, Siap Sambut Hingga 10 Ribu Kader

Reporter : Redaksi
Ketua Umum Badan Koordinasi (Badko) HMI Sumbagsel Tommy Perdana Putra. (Istimewa)

Jakarta, MEMANGGIL.CO - Lampung resmi ditetapkan sebagai tuan rumah Kongres XXXIII Pengurus Besar (PB) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Penetapan tersebut menjadi akhir dari proses seleksi yang dilakukan PB HMI terhadap sejumlah daerah yang mengajukan diri sebagai penyelenggara agenda nasional organisasi tersebut.

Ketua Umum Badan Koordinasi (Badko) HMI Sumbagsel, Tommy Perdana Putra, mengatakan keputusan itu diambil setelah PB HMI menyelesaikan tahapan administrasi hingga verifikasi faktual terhadap daerah calon tuan rumah. Lampung dinilai memenuhi berbagai aspek yang menjadi syarat penyelenggaraan kongres.

Baca juga: Internalisasi NDP HMI sebagai Spirit Gerak Kader dalam Perspektif Teologis

"Penetapan ini melalui proses yang cukup panjang. PB HMI melakukan seleksi administrasi hingga verifikasi faktual sebelum akhirnya memutuskan Lampung sebagai tuan rumah Kongres XXXIII," kata Tommy, Senin (27/7/2026).

Tommy menjelaskan proses penentuan tuan rumah dimulai dalam Pleno II PB HMI di Tangerang. Saat itu, sebanyak 13 daerah direkomendasikan sebagai calon penyelenggara kongres. Seluruh daerah kemudian diminta menyerahkan dokumen yang memuat kesiapan daerah, mulai dari dukungan pemerintah, fasilitas penyelenggaraan, hingga aspek teknis lainnya.

Dari proses administrasi tersebut, hanya empat daerah yang dinyatakan memenuhi persyaratan, yakni Lampung, Medan, Makassar, dan Samarinda. Keempat daerah kemudian dievaluasi kembali sebelum PB HMI menentukan daerah yang berhak melaju ke tahapan berikutnya.

Verifikasi faktual menjadi tahap penentu dalam proses seleksi. Tim PB HMI turun langsung ke daerah untuk melihat kesiapan fasilitas, memastikan dukungan pemerintah daerah, berdialog dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta bertemu para alumni HMI.

Menurut Tommy, tahapan tersebut hanya dilakukan di Lampung dan Medan.

"Hanya Lampung dan Medan yang menjalani verifikasi faktual. Setelah itu PB HMI menggelar rapat harian dan akhirnya menetapkan Lampung sebagai tuan rumah Kongres XXXIII," ujarnya.

Usai penetapan, panitia lokal langsung bergerak menyiapkan berbagai kebutuhan penyelenggaraan. Koordinasi dilakukan bersama Pemerintah Provinsi Lampung, Pemerintah Kota Bandar Lampung, aparat kepolisian, serta sejumlah instansi terkait untuk memastikan seluruh aspek teknis dapat dipenuhi sebelum pelaksanaan kongres.

Baca juga: Mochlasin Afan, Nahkoda Baru Koordinator Presidium MD KAHMI Bojonegoro

Salah satu fokus panitia saat ini adalah penentuan lokasi utama kegiatan. Beberapa venue yang dinilai memiliki kapasitas besar masih dalam tahap kajian, di antaranya Gedung Serba Guna (GSG) Universitas Lampung, Asrama Haji Rajabasa, dan PKOR Way Halim. Penentuan lokasi akan mempertimbangkan kapasitas, aksesibilitas, keamanan, serta kelengkapan fasilitas pendukung.

Selain venue, panitia juga mulai memetakan kebutuhan logistik. Akomodasi peserta, konsumsi, transportasi, layanan kesehatan, hingga sistem registrasi menjadi bagian dari persiapan yang tengah disusun mengingat jumlah peserta diperkirakan mencapai ribuan orang.

"Estimasi peserta yang masuk ke Lampung sekitar 7 sampai 10 ribu kader dari seluruh Indonesia," kata Tommy.

Meski jadwal resmi belum diumumkan PB HMI, kongres diperkirakan berlangsung pada Oktober hingga Desember 2026. Waktu pelaksanaan akan disesuaikan dengan kesiapan anggaran dan teknis penyelenggaraan.

Tommy menilai penyelenggaraan Kongres XXXIII PB HMI akan menjadi salah satu agenda nasional terbesar yang digelar di Lampung pada 2026. Kehadiran ribuan peserta diperkirakan memberikan dampak terhadap berbagai sektor, mulai dari perhotelan, kuliner, transportasi, hingga usaha mikro dan kecil.

Selain mengikuti rangkaian kongres, peserta juga diperkirakan memanfaatkan waktu di luar agenda resmi untuk mengunjungi sejumlah destinasi wisata di Lampung. Kondisi itu dinilai dapat memberikan tambahan aktivitas ekonomi bagi masyarakat.

Di sisi lain, panitia memastikan aspek keamanan menjadi perhatian utama. Badko HMI Sumbagsel telah berkoordinasi dengan aparat keamanan, organisasi kemasyarakatan, organisasi kemahasiswaan, serta tokoh masyarakat guna menjaga situasi tetap kondusif selama kongres berlangsung.

"Kami berharap masyarakat Lampung dapat menjadi tuan rumah yang baik. Di sisi lain, seluruh kader HMI yang datang juga diharapkan menjaga ketertiban sehingga Kongres XXXIII PB HMI dapat berlangsung aman, lancar, dan memberikan manfaat bagi Lampung maupun organisasi," kata Tommy.

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru