Surabaya, MEMANGGIL.CO – Surabaya Orthopedic Half Marathon (SOHM) 2026 akan kembali digelar pada Minggu (13/09/2026). 

Memasuki tahun ketiga, event lari dari Perhimpunan Dokter Spesialis Ortopedi Indonesia (IOA) ini diikuti 68 peserta kategori survivor atau penyintas pasca operasi. 

Ketua Panitia SOHM 2026 dr. Ginanjar Budhi Prathama, Sp.OT (K) menyebut kategori survivor adalah inti dari semangat SOHM. Kategori ini untuk pasien yang pernah operasi atau cedera dan kini kembali aktif.

"Untuk survivor itu menurut saya bagian dari terapi, karena memberikan target, memberikan wadah, memberikan kepercayaan akan sangat membantu secara mental," kata Ginanjar dalam konferensi pers di Courtyard Pakuwon City, Surabaya, Jumat (11/09/2026).

Menurutnya, pemulihan pasien tidak hanya soal obat dan operasi. Aspek mental dan kepercayaan diri sama pentingnya agar bisa kembali beraktivitas.

Jumlah peserta survivor terus meningkat tiap tahun. Dari kurang 20 orang di edisi pertama, naik jadi 37 orang di 2025, dan kini 68 orang di 2026.

Pesertanya punya riwayat beragam, mulai operasi tulang kering, tulang paha, hingga tulang belakang. Ada pula yang awalnya kesulitan berjalan, kini mampu ikut lomba lari 10 kilometer. 

Selain survivor, SOHM juga membuka kategori khusus dokter yang pesertanya datang dari berbagai daerah di Indonesia.

Race Director SOHM 2026 dr. Savero Iman Hari Suko, Sp.OT mengatakan, ada penyegaran rute. Sebagian rute tetap di kawasan Pakuwon City yang datar. 

Untuk kategori half marathon, panitia menambah rute menuju Jembatan Suroboyo. 

"Untuk rute di half marathon kami akan melewati rute ke Jembatan Suroboyo, dengan view yang ikonik dan indahnya, untuk para pelari half marathon bisa menikmati sunrise dan keindahan di Jembatan Surabaya dan pantainya," ujarnya.

Dari sisi keselamatan, panitia menyiapkan standar medis tinggi. Ada medical advisor dari dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi, mini ICU dengan dokter anestesi, 7 ambulans dari RS Mitra Keluarga, RS Siloam, dan RS Ortopedi, serta petugas medis di tiap water station dari mahasiswa FK Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. 

SOHM 2026 juga membawa misi sosial. IOA menyalurkan keuntungan kegiatan untuk aksi sosial, termasuk penanganan bencana. 

Tim dokter ortopedi IOA bahkan jadi salah satu tim pertama yang turun dan operasi di wilayah terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT). 

Lewat SOHM 2026, penyelenggara berharap olahraga bisa jadi bagian proses pemulihan dan penguat kepercayaan diri pasien pasca operasi.