Tuban, MEMANGGIL.CO – PT Waskita Karya selaku pelaksana pembangunan Sekolah Rakyat (SR) Kabupaten Tuban diduga mengalami persoalan pembayaran upah terhadap sejumlah pekerja proyek.
Keluhan terkait upah yang belum dibayarkan selama beberapa minggu tersebut ramai diperbincangkan di media sosial, Kamis (30/7/2026).
Baca juga: Sempat Tertunda, Siswa Baru Sekolah Rakyat Tuban Akhirnya Jalani MPLS Meski Proyek Masih Berjalan
Keluhan itu muncul setelah akun bernama Kang Arie membagikan pengalaman pekerjaannya melalui salah satu grup Facebook Tuban.
Dalam unggahannya, ia turut melampirkan foto dan video kondisi pembangunan Sekolah Rakyat Tuban yang hingga kini masih dalam proses pengerjaan.
Dalam postingannya, ia mempertanyakan keterlambatan pembayaran upah pekerja di tengah proyek bernilai besar tersebut.
"Ijin post min, masak proyek segini besar banyak upah tukang molor belum terbayar, mulai tukang borongan hingga tukang harian," tulisnya.
Kang Arie mengaku dirinya merupakan tenaga kerja borongan bagian pemasangan keramik. Ia menyebut pekerjaan telah dilakukan secara maksimal untuk mengejar target pembangunan, namun pembayaran upah mengalami keterlambatan.
"Molor hingga minggu keempat, hampir minggu kelima gaji masih belum dibereskan," keluhnya.
Ia juga mempertanyakan penyebab keterlambatan pembayaran tersebut, apakah karena persoalan keuangan dari pihak atas, kendala di internal PT Waskita Karya, atau ada faktor lain.
"Saya sebagai tenaga kerja yang menunggu, saya tidak tahu harus mengadu ke mana. Sedangkan bos yang bersangkutan sulit dihubungi. Sesekali bisa pun tidak ada janji kapan harus dibayar, sedang saya harus bayar tukang yang sudah saya pekerjakan," ungkapnya.
Netizen Soroti Kinerja PT Waskita Karya
Unggahan tersebut kemudian mendapat berbagai tanggapan dari warganet. Sejumlah komentar mempertanyakan kondisi pengelolaan proyek pembangunan Sekolah Rakyat Tuban.
Salah satu akun bernama Naaf menulis komentar, "Korupsi di segala aspek."
Komentar lain juga meminta persoalan tersebut disampaikan kepada pemerintah pusat maupun pemerintah daerah agar mendapat perhatian.
"Langsung kondo nang Pak Prabowo wae ben dikusut tuntas," tulis akun MagentaArugula7729.
"Lah sudah ada bupati ke sana, kenapa tidak langsung mengadu," tulis akun Syarif Rahman Hidayatullah.
Sementara itu, Koordinator Wilayah Pembangunan Sekolah Rakyat Tuban dari PT Waskita Karya, Agus Saputra, belum memberikan tanggapan saat dikonfirmasi terkait dugaan keterlambatan pembayaran upah pekerja tersebut.
Persoalan Proyek Sekolah Rakyat
Baca juga: Pemkot Surabaya Tertibkan Aset Lahan, Penertiban Berlangsung Ricuh
Sebagai informasi, pembangunan Sekolah Rakyat Tuban yang dikerjakan PT Waskita Karya sebelumnya juga mendapat sorotan terkait sejumlah persoalan.
Mulai dari keluhan masyarakat mengenai dampak aktivitas proyek hingga pemanggilan pihak perusahaan oleh DPRD Tuban pada Mei 2026.
Selain itu, target penyelesaian pembangunan juga mengalami keterlambatan. Proyek yang awalnya ditargetkan rampung pada 20 Juni 2026 tersebut kemudian mendapatkan perpanjangan waktu melalui addendum hingga 25 Juli 2026.
Keterlambatan tersebut berdampak pada pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dan proses pembelajaran siswa baru yang tidak sesuai jadwal awal.
Pembangunan Sekolah Rakyat Tuban merupakan bagian dari Program Sekolah Rakyat Provinsi Jawa Timur I yang didanai melalui APBN Tahun Anggaran 2026.
Paket pekerjaan senilai sekitar Rp1,1 triliun tersebut mencakup pembangunan Sekolah Rakyat di lima daerah, yakni Kota Surabaya, Kabupaten Gresik, Kabupaten Tuban, Kabupaten Sampang, dan Kabupaten Jombang.
Editor : Abdul Rohman