Jakarta, MEMANGGIL.CO - Memasuki pekan 14-20 September 2026, kalender Jawa kembali menyajikan rangkaian weton dan pasaran yang banyak dicari masyarakat, khususnya mereka yang masih menggunakan penanggalan tradisional Jawa. Dalam rentang tujuh hari tersebut, terdapat tujuh kombinasi weton mulai dari Senin Wage hingga Minggu Kliwon.
Periode ini juga menandai awal Bakda Mulud 1960 Jawa setelah berakhirnya bulan Mulud. Senin, 14 September 2026 tercatat sebagai 1 Bakda Mulud 1960, sedangkan Minggu, 20 September 2026 berada pada 7 Bakda Mulud 1960.
Kalender Jawa memiliki siklus yang mempertemukan tujuh hari dalam sepekan dengan lima pasaran. Kelima pasaran tersebut yakni Legi, Pahing, Pon, Wage dan Kliwon, yang terus berulang mengikuti perputaran kalender tradisional Jawa.
Gabungan antara hari dan pasaran tersebut kemudian dikenal sebagai weton. Sementara itu, setiap hari dan pasaran memiliki nilai tertentu yang jika dijumlahkan menghasilkan angka neptu.
Bagi sebagian masyarakat Jawa, weton masih menjadi bagian dari tradisi yang digunakan dalam berbagai keperluan. Selain untuk mengetahui hari kelahiran, weton dan neptu kerap dicari dalam perhitungan adat maupun sekadar sebagai informasi kalender tradisional.
Senin Wage Membuka Pekan
Senin, 14 September 2026, menjadi hari pertama dalam rangkaian kalender Jawa pekan ini dengan weton Senin Wage. Tanggal tersebut bertepatan dengan 1 Bakda Mulud 1960 Jawa dan mempunyai neptu 8.
Nilai tersebut berasal dari hari Senin yang mempunyai neptu 4 dan pasaran Wage dengan nilai 4. Dengan demikian, perhitungan Senin Wage adalah 4 ditambah 4 sehingga menghasilkan angka 8.
Sehari kemudian, Selasa, 15 September 2026, kalender Jawa berganti menjadi Selasa Kliwon. Tanggal tersebut merupakan 2 Bakda Mulud 1960 Jawa dengan jumlah neptu 11, yang berasal dari nilai Selasa 3 dan Kliwon 8.
Rangkaian berlanjut pada Rabu, 16 September 2026, dengan weton Rabu Legi. Tanggal ini tercatat sebagai 3 Bakda Mulud 1960 Jawa dan memiliki neptu 12, hasil penjumlahan Rabu 7 dan Legi 5.
Kamis Pahing Punya Neptu Tertinggi
Perhatian berikutnya tertuju pada Kamis, 17 September 2026, yang jatuh pada weton Kamis Pahing. Dalam kalender Jawa, tanggal tersebut merupakan 4 Bakda Mulud 1960 dan mempunyai neptu 17.
Angka 17 diperoleh dari nilai hari Kamis sebesar 8 dan pasaran Pahing sebesar 9. Dengan jumlah tersebut, Kamis Pahing menjadi weton dengan neptu tertinggi dibandingkan enam weton lain dalam rentang 14-20 September 2026.
Setelah Kamis Pahing, kalender Jawa berlanjut ke Jumat Pon pada 18 September 2026. Tanggal tersebut merupakan 5 Bakda Mulud 1960 dengan neptu 13, hasil dari nilai Jumat 6 dan Pon 7.
Kemudian pada Sabtu, 19 September 2026, weton yang berlaku adalah Sabtu Wage. Tanggal ini menjadi 6 Bakda Mulud 1960 dan mempunyai neptu 13, berasal dari Sabtu bernilai 9 dan Wage bernilai 4.
Rangkaian tujuh hari tersebut ditutup pada Minggu, 20 September 2026, dengan weton Minggu Kliwon. Tanggal tersebut merupakan 7 Bakda Mulud 1960 dan memiliki neptu 13, dari nilai Minggu 5 ditambah Kliwon 8.
Dengan demikian, tiga hari terakhir dalam periode ini mempunyai pola neptu yang sama. Jumat Pon, Sabtu Wage dan Minggu Kliwon masing-masing memiliki neptu 13.
Urutan Weton 14-20 September 2026
Jika disusun berdasarkan tanggal, kalender Jawa pekan ini dimulai dengan Senin Wage pada 14 September dengan neptu 8. Berikutnya adalah Selasa Kliwon 15 September dengan neptu 11, kemudian Rabu Legi 16 September dengan neptu 12.
Pada 17 September terdapat Kamis Pahing dengan neptu 17, yang menjadi angka tertinggi dalam daftar pekan tersebut. Setelahnya, Jumat Pon 18 September memiliki neptu 13, disusul Sabtu Wage 19 September dengan neptu 13.
Sementara itu, Minggu Kliwon pada 20 September 2026 menjadi penutup rangkaian dengan neptu 13. Ketujuh weton tersebut merupakan susunan kalender Jawa selama satu pekan penuh.
Nilai neptu dalam kalender Jawa diperoleh melalui penjumlahan nilai hari dan nilai pasaran. Nilai hari yang umum digunakan yakni Minggu 5, Senin 4, Selasa 3, Rabu 7, Kamis 8, Jumat 6 dan Sabtu 9.
Adapun nilai pasarannya adalah Legi 5, Pahing 9, Pon 7, Wage 4 dan Kliwon 8. Dari kombinasi tersebut, setiap weton mempunyai jumlah neptu yang berbeda sesuai pasangan hari dan pasarannya.
Kalender Jawa 14-20 September 2026 juga memperlihatkan bahwa Senin Wage menjadi weton dengan neptu terendah, yakni 8. Sebaliknya, Kamis Pahing menjadi yang tertinggi dengan neptu 17.
Bagi masyarakat yang menggunakan weton dalam tradisi, daftar tersebut dapat menjadi referensi untuk mengetahui posisi hari dan pasaran pada pekan ini. Namun, berbagai tafsir mengenai karakter, keberuntungan, kecocokan maupun hari baik berdasarkan weton merupakan bagian dari tradisi dan kepercayaan masyarakat, bukan kepastian ilmiah.
Dengan memasuki 14 September, kalender Jawa resmi memasuki rangkaian awal Bakda Mulud 1960. Selama sepekan hingga 20 September, pembaca dapat mencatat urutan Senin Wage, Selasa Kliwon, Rabu Legi, Kamis Pahing, Jumat Pon, Sabtu Wage dan Minggu Kliwon beserta neptunya masing-masing.