Edisi Muktamar ke-35 NU

Gus Salam Ungkap Amanah Kiai Ploso di Balik Keikutsertaannya

Reporter : Redaksi
KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam. (Foto: Dok. Pribadi/Memanggil.co)

Jombang, MEMANGGIL.CO - Keikutsertaan KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam dalam dinamika Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) disebutnya berangkat dari amanah seorang kiai.

Pengasuh Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar Jombang itu menyebut dirinya sebagai santri yang dibesarkan dalam tradisi kepesantrenan, sehingga perintah kiai menjadi salah satu dasar dalam mengambil langkah.

Baca juga: Dari Tambakberas, Merawat Khidmat, Menjaga Ukhuwah di Muktamar ke-35 NU

"Motivasi utama kita adalah sebenarnya karena kita dibesarkan oleh kiai. Kita ini kan santri," ujar Gus Salam dalam wawancara khusus pada hari Muktamar ke-35 NU, Jumat (28/8/2026). 

Ia menyebut KH Nurul Huda Djazuli dari Ploso sebagai kiai yang memberikan amanah untuk mengikuti Muktamar.

"Kiai kita ada di Ploso, Kiai Haji Nurul Huda Djazuli... itu mengutus kami untuk ikut muktamar," katanya.

Menurut Gus Salam, amanah tersebut tidak terlepas dari perhatian terhadap dinamika konflik yang terjadi di internal NU.

"Mereka menginginkan NU ini menjadi rukun," ujarnya.

Baca juga: Gus Fahim Blora Respons Hasil Muktamar ke-35 NU, Titip Pesan untuk Rais Aam dan Ketum PBNU Terpilih

Pesan yang diberikan juga cukup tegas.

"Mereka berpesan, nanti segera ada rekonsiliasi total," tutur Gus Salam.

Amanah tersebut kemudian ia terjemahkan menjadi gagasan perubahan yang harus melibatkan seluruh kader NU yang memiliki kemampuan.

Baca juga: Prabowo Resmi Terima KTA NU di Jombang, Janji Saat Buka Muktamar Akhirnya Ditunaikan

"Tentu melibatkan semua kader-kader NU yang mempunyai potensi dan profesional," katanya.

Bagi Gus Salam, kepemimpinan NU tidak semestinya dipahami sebagai perebutan posisi, melainkan amanah untuk mengembalikan organisasi kepada semangat perjuangan.

Karena itu, rekonsiliasi, integritas, independensi dan pengabdian menjadi bagian dari agenda yang ia dorong dalam Muktamar ke-35 NU.

Editor : Ahmad Adirin

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru