Jombang, MEMANGGIL.CO - Nahdlatul Ulama (NU) dinilai perlu mengembalikan daya kritisnya dalam menjalankan peran kebangsaan. Pengasuh Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar Jombang, KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam, menilai NU tidak boleh kehilangan independensi meski menjalin hubungan erat dengan pemerintah.
Pandangan tersebut disampaikan Gus Salam dalam wawancara khusus saat menerima silaturahmi pada hari pelaksanaan Muktamar ke-35 NU di kediamannya, Denanyar, Jombang, Jumat (28/8/2026).
Menurutnya, kerja sama dengan pemerintah merupakan sesuatu yang penting. Namun, kolaborasi tersebut tidak boleh membuat NU kehilangan kemampuan untuk mengkritisi kebijakan.
"Kita tidak boleh menjadi stempel pemerintah, walaupun sebenarnya kita harus bekerja sama dengan pemerintah," tegas Gus Salam.
Ia mengatakan pengawalan terhadap kebijakan pemerintah harus didasarkan pada kepentingan masyarakat.
"Pengawalan yang kita lakukan terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah harus berlandaskan dengan kemaslahatan dan kemanfaatan," ujarnya.
Jika kebijakan pemerintah memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan rakyat, NU menurutnya harus memberikan dukungan.
"Ketika program pemerintah, ketika kebijakan-kebijakan berpengaruh pada kesejahteraan rakyat, maka kita akan full memberikan dukungan," katanya.
Namun, sikap berbeda harus diambil jika kebijakan yang dijalankan dinilai merugikan rakyat.
"Ketika kebijakan yang dianggap tidak pro-rakyat, yang berlawanan dengan tujuan kesejahteraan rakyat, maka tidak lepas dari kritik," tuturnya.
Gus Salam bahkan mengakui bahwa kemampuan kritis NU dalam periode sebelumnya perlu menjadi evaluasi.
"Iya, sebenarnya kita kehilangan daya kritis periode kemarin," ungkapnya.
Karena itu, perubahan menjadi salah satu gagasan yang ia dorong dalam Muktamar.
Menurut Gus Salam, NU harus mampu menempatkan dirinya sebagai mitra pemerintah yang konstruktif sekaligus tetap memiliki keberanian menyampaikan kritik.
Ia menyebut sikap tersebut sebagai politik kebangsaan yang bermartabat.
"Kolaborasi dilakukan, tapi bukan berarti kami jadi stempel pemerintah," tegasnya.
Dengan sikap itu, Gus Salam berharap NU tetap mampu menjaga independensi sekaligus memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan nasional.