Tug Boat Tenggelam di Bawean, 8 ABK Bertahan di Tongkang Hanyut hingga KN SAR 249 Permadi Dikerahkan

Reporter : Saputra
Petugas Kantor SAR melakukan pencarian di perairan Pulau Bawean.(Saputra/ Memanggil.co)

Surabaya, MEMANGGIL.CO - Situasi darurat terjadi di perairan Pulau Bawean, Jawa Timur, setelah Tug Boat (TB) MT20 1301 dilaporkan tenggelam. Delapan anak buah kapal (ABK) berhasil menyelamatkan diri, tetapi mereka kini menghadapi ancaman lain setelah tongkang tempat berlindung mengalami putus jangkar dan hanyut di tengah laut.

Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Surabaya langsung mengerahkan KN SAR 249 Permadi bersama satu tim rescue untuk mencari keberadaan delapan ABK tersebut. Operasi pencarian dilakukan setelah sistem deteksi marabahaya kapal mengirimkan sinyal darurat.

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya Nanang Sigit menjelaskan, sinyal Emergency Position Indicating Radio Beacon (EPIRB) milik TB MT20 1301 pertama kali terdeteksi pada Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 15.50 WIB.

Saat sinyal marabahaya terdeteksi, posisi kapal diketahui berada sekitar 15 mil laut dari Pulau Bawean. Dalam perkembangan berikutnya, TB MT20 1301 dilaporkan tenggelam di perairan tersebut.

" Sinyal marabahaya (distress signal) dari Emergency Position Indicating Radio Beacon (EPIRB) TB MT20 1301 terdeteksi pada Minggu, 13 September 2026 sekitar pukul 15.50 WIB," jelas Nanang, Selasa (15/9/2026).

Delapan ABK yang berada di kapal tersebut dilaporkan berhasil menyelamatkan diri. Mereka kemudian berlindung di atas tongkang M80 1301 yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Persoalan belum berakhir. Tongkang yang menjadi tempat bertahan delapan ABK tersebut memang masih mengapung, tetapi jangkar tongkang dilaporkan putus sehingga posisinya tidak lagi terkendali dan terbawa arus.

"Tongkang tersebut masih mengapung, tetapi jangkar telah putus sehingga saat ini dalam kondisi hanyut," kata Nanang.

Kondisi tersebut membuat pencarian menjadi prioritas. Tim SAR harus menemukan kembali posisi tongkang yang terus bergerak sekaligus memastikan delapan ABK yang berada di atasnya tetap dalam kondisi selamat.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Kantor SAR Surabaya mengerahkan KN SAR 249 Permadi menuju lokasi kejadian. Tim rescue turut diterjunkan untuk melakukan pencarian dan pertolongan terhadap para ABK.

Operasi tidak dilakukan sendirian. Personel Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Jawa Timur juga dilibatkan dalam operasi SAR gabungan di perairan Bawean.

"Operasi pencarian juga melibatkan personel Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Jawa Timur," jelas Nanang.

Dari sisi cuaca, kondisi perairan Bawean berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) relatif mendukung pelaksanaan operasi. Cuaca dilaporkan cerah dengan tinggi gelombang sekitar 1,2 meter.

Namun, angin timur tercatat mencapai 20 knot. Sementara arus laut bergerak dengan kecepatan sekitar 0,71 knot menuju arah barat.

Kondisi tersebut tetap menjadi perhatian tim SAR karena pencarian dilakukan terhadap tongkang yang sudah kehilangan jangkar dan berada dalam kondisi hanyut. Pergerakan arus dan angin menjadi faktor penting dalam menentukan kemungkinan posisi terbaru tongkang.

Meski kondisi cuaca relatif bersahabat, keselamatan personel tetap menjadi pertimbangan utama dalam operasi. Tim SAR gabungan harus memperhitungkan kondisi laut sekaligus memperluas pencarian untuk menemukan tongkang yang membawa delapan ABK tersebut.

Hingga Senin (14/9/2026), upaya pencarian masih dilakukan. KN SAR 249 Permadi bersama unsur SAR gabungan terus menyisir perairan untuk menemukan lokasi tongkang M80 1301.

Nanang menegaskan, pencarian akan terus dilakukan untuk memastikan keberadaan delapan ABK yang saat ini berada di atas tongkang hanyut tersebut.

"Tim SAR terus berupaya menemukan posisi tongkang dan memastikan keselamatan seluruh ABK yang berada di atasnya," tegas Nanang.

Operasi ini menjadi berpacu dengan waktu. Setelah kapal utama tenggelam, keselamatan delapan ABK kini bergantung pada kemampuan mereka bertahan di atas tongkang serta kecepatan tim SAR menemukan posisi tongkang yang terus hanyut di perairan Bawean.

Editor : Ahmad Adirin

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru