Surabaya, MEMANGGIL.CO - Inovasi teh daun jati siap minum dari Universitas Surabaya (Ubaya) resmi memasuki tahap hilirisasi industri.
Produk yang dikembangkan Pusat Unggulan Iptek Produk Pangan dan Suplemen Kesehatan untuk Kondisi Degeneratif (PUI Pasdeg) Ubaya itu meraih lisensi paten dengan nomor IDS000014467.
Penandatanganan lisensi dilakukan Rektor Ubaya Dr. Benny Lianto dengan Direktur Utama PT Alga Rosan Nusantara Iwan Benny Purwowidodo, S.TP., dalam rangkaian What's Up Kemenkum - Campus Calls Out (CCO) Unair di Airlangga Convention Center, Universitas Airlangga.
Momen tersebut disaksikan Menteri Hukum RI Dr. Supratman Andi Agtas, S.H., M.H. dan Dirjen Kekayaan Intelektual (DJKI) Hermansyah Siregar.
Teh daun jati tersebut terbuat dari simplisia daun jati muda dan bahan pendukung lainnya. Pengembangan invensi difasilitasi Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Ditjen Risbang, Kemdiktisaintek.
Dengan memanfaatkan sumber daya lokal yang diintervensi teknologi, produk ini menghadirkan cita rasa herbal dengan potensi aktivitas antioksidan dan antiinflamasi yang unggul.
Inventor sekaligus Ketua PUI Pasdeg Ubaya, Prof. apt. Tjie Kok, Ph.D., menyebut capaian ini bukti keberhasilan hilirisasi riset Ubaya.
"Perolehan lisensi produk teh daun jati ini membawa narasi yang lebih luas mengenai pemanfaatan biodiversitas Indonesia, kearifan lokal, riset berbasis sumber daya alam, inovasi pangan, perlindungan kekayaan intelektual, dan hilirisasi menuju industri," jelas Tjie Kok, Jumat (25/09/2026).
Menurutnya, masih ada produk berbasis daun jati lain yang sudah memegang hak kekayaan intelektual, seperti kopi celup daun jati dan daun kelor, teh celup campuran daun jati muda dan daun kelor muda, serta kukis plant-based daun jati bebas gluten.
Menteri Hukum RI Supratman menegaskan dukungannya terhadap hilirisasi inovasi perguruan tinggi.
"Inovasi tidak boleh berhenti pada penelitian maupun perlindungan kekayaan intelektual, melainkan harus dihilirisasi agar dapat menghasilkan nilai tambah bagi masyarakat dan perekonomian Indonesia," terangnya.
Dalam agenda yang sama, dosen Fakultas Farmasi Ubaya Dr. apt. Marisca Evalina Gondokesumo mewakili timnya menerima Sertifikat Paten Sederhana untuk inovasi "Tisu Antibakteri yang Terbuat dari Kulit Jagung dengan Aditif Kitosan dan Ekstrak Kulit Manggis".
Riset tersebut menghasilkan tisu wajah yang terbukti mengurangi konsentrasi bakteri di wajah.
Rektor Ubaya memberikan apresiasi atas pencapaian tersebut.
"Ubaya sangat bangga atas perolehan lisensi ini. Kami sangat berharap agar karya riset dan inovasi dari dosen-dosen Ubaya berhasil memasuki tahap komersialisasi," ujar Benny.
Editor : Abdul Rohman