Surabaya, MEMANGGIL.CO - Perjalanan kereta api di jalur Ledokombo-Sempolan, wilayah Kabupaten Jember, Jawa Timur, terganggu akibat longsoran tanah di Km 14+6/7 petak jalan wilayah operasional KAI Daop 9 Jember. Dampaknya, tiga kereta api (KA) keberangkatan Stasiun Ketapang mengalami keterlambatan hingga lebih dari empat jam.
Gangguan prasarana tersebut berdampak langsung terhadap perjalanan penumpang dengan tujuan Surabaya, Malang hingga Purwokerto dan Yogyakarta.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat keterlambatan tiga perjalanan KA dengan durasi bervariasi mulai 48 menit hingga mencapai 258 menit atau sekitar 4 jam 18 menit.
Tiga kereta yang terdampak yakni KA Tawangalun relasi Ketapang-Malang, KA Logawa relasi Ketapang-Surabaya Gubeng-Purwokerto, serta KA Sri Tanjung relasi Ketapang-Surabaya-Lempuyangan.
Kondisi tersebut membuat jadwal perjalanan penumpang harus mengalami penyesuaian akibat proses penanganan longsoran di jalur rel.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, membenarkan adanya gangguan perjalanan tersebut. Menurutnya, penanganan longsoran harus dilakukan dengan mengutamakan keselamatan perjalanan kereta api.
"Kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas keterlambatan perjalanan KA Tawangalun, KA Logawa, dan KA Sri Tanjung akibat longsoran tanah di wilayah kerja KAI Daop 9 Jember," jelas Mahendro, Senin (2/11/2026).
Keterlambatan Tembus 258 Menit
Dampak longsoran tersebut tidak bisa dianggap ringan. Salah satu perjalanan KA bahkan mengalami keterlambatan hingga 258 menit.
Gangguan ini menjadi perhatian karena ketiga kereta tersebut melayani perjalanan antarkota dengan rute yang menghubungkan sejumlah daerah di Jawa Timur hingga Jawa Tengah.
KAI memahami keterlambatan tersebut menimbulkan ketidaknyamanan bagi pelanggan, terutama penumpang yang memiliki agenda lanjutan setibanya di stasiun tujuan.
Namun, perusahaan menegaskan keselamatan perjalanan tetap menjadi pertimbangan utama dibandingkan memaksakan operasional kereta di jalur yang sedang mengalami gangguan.
"Keselamatan perjalanan kereta api dan seluruh pelanggan merupakan prioritas utama kami, sehingga setiap gangguan prasarana harus ditangani dengan mengutamakan aspek keselamatan," ujar Mahendro.
KAI Koordinasi Tangani Longsoran
Pasca kejadian, KAI Daop 8 Surabaya terus berkoordinasi dengan KAI Daop 9 Jember serta unit terkait untuk memantau perkembangan penanganan longsoran di lokasi.
Perbaikan dan penanganan prasarana dilakukan berdasarkan prosedur keselamatan agar jalur kereta api dapat kembali beroperasi secara normal.
KAI juga memastikan berbagai langkah peningkatan pelayanan terus dilakukan, mulai dari kesiapan prasarana, sarana hingga sumber daya manusia.
"KAI terus berupaya melakukan berbagai langkah peningkatan pelayanan, termasuk memperkuat kesiapan prasarana, sarana, dan sumber daya manusia," pungkas Mahendro.
Insiden longsor di jalur Ledokombo-Sempolan ini kembali menjadi pengingat pentingnya kesiapan infrastruktur perkeretaapian dalam menghadapi gangguan alam. Sementara itu, pelanggan diimbau memperhatikan informasi terbaru perjalanan KA melalui kanal resmi KAI.
Editor : Redaksi