Blora, MEMANGGIL.CO - Produk unggulan Kabupaten Blora mulai menunjukkan taring di pasar internasional. Mebel berbahan kayu jati dan briket arang dari batok kelapa berhasil menopang nilai ekspor daerah hingga menembus Rp70,04 miliar atau setara 3,9 juta dolar AS sampai triwulan III 2026.
Angka tersebut melonjak 70,9 persen dibandingkan akumulasi ekspor hingga triwulan II 2026 yang masih berada di kisaran Rp40,98 miliar. Artinya, dalam satu triwulan terdapat tambahan nilai ekspor sekitar Rp29,06 miliar.
Namun, di balik kenaikan miliaran rupiah tersebut, ada pekerjaan rumah yang masih harus dijawab. Sebab, aktivitas ekspor produk unggulan Blora saat ini baru tercatat melibatkan enam pelaku usaha.
Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM (Dindagkop UKM) Kabupaten Blora, Kiswoyo, mengungkapkan bahwa nilai ekspor tersebut berasal dari aktivitas enam pelaku usaha lokal.
"Nilai ekspor sebesar itu, berasal dari enam pelaku usaha di Kabupaten Blora," kata Kiswoyo, Selasa (3/11/2026).
Dua komoditas yang menjadi penopang utama adalah furnitur berbahan kayu jati dan briket arang berbahan batok kelapa. Keduanya telah menjangkau sejumlah negara dan kawasan perdagangan internasional.
Ekspor Naik Rp29 Miliar, Pasar Luar Negeri Terbuka
Perkembangan ekspor Blora sepanjang 2026 memperlihatkan tren peningkatan.
Pada triwulan I 2026, nilai ekspor tercatat sekitar Rp23,81 miliar atau setara 1,4 juta dolar AS. Kemudian meningkat menjadi Rp40,98 miliar hingga triwulan II.
Memasuki triwulan III, akumulasi nilai ekspor kembali melonjak menjadi Rp70,04 miliar.
Kenaikan sebesar 70,9 persen dalam satu triwulan tersebut memperlihatkan adanya peningkatan aktivitas perdagangan produk unggulan daerah ke pasar luar negeri.
Kiswoyo menyebut capaian itu menjadi indikator perkembangan produk lokal sekaligus membuka peluang perluasan pemasaran internasional.
"Peluang bagi pelaku usaha lokal untuk memperluas jangkauan pemasaran," ujarnya.
Sejumlah negara yang menjadi tujuan pemasaran produk Blora antara lain Amerika Serikat, Lebanon, Turki, negara-negara Eropa hingga kawasan Arab.
Mebel jati menjadi salah satu produk yang memiliki daya tarik di pasar internasional. Sementara briket arang batok kelapa memiliki pasar tersendiri karena dapat digunakan untuk bahan bakar pemanggang makanan, penghangat ruangan hingga kebutuhan rokok.
Enam Pelaku Usaha Jadi Catatan, Pengusaha Lokal Perlu Didorong
Di balik capaian ekspor yang terus meningkat, jumlah pelaku usaha yang terlibat langsung dalam aktivitas ekspor masih menjadi perhatian.
Data Dindagkop UKM Blora menunjukkan baru enam pelaku usaha yang tercatat menjalankan kegiatan ekspor produk unggulan daerah.
Dalam praktiknya, tidak semua perajin maupun pengusaha lokal memiliki jaringan pemasaran internasional. Sebagian memilih bekerja sama dengan eksportir dari daerah lain yang lebih berpengalaman dan telah mempunyai jaringan pembeli di luar negeri.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa potensi produksi lokal belum sepenuhnya berbanding lurus dengan kemampuan pelaku usaha melakukan penetrasi pasar global secara mandiri.
Padahal, semakin banyak pengusaha lokal yang mampu menjadi eksportir, semakin terbuka pula peluang peningkatan nilai tambah ekonomi yang dapat dinikmati daerah.
Kiswoyo berharap capaian enam pelaku usaha tersebut bisa diikuti lebih banyak pengusaha lainnya.
"Semakin banyak pelaku usaha di Blora," harapnya.
Ia juga mendorong peningkatan kualitas dan daya saing produk agar semakin banyak komoditas lokal mampu mengikuti persaingan pasar internasional.
Bukan Sekadar Angka Ekspor, Dampak Ekonomi Lokal Jadi Tantangan
Peningkatan nilai ekspor hingga Rp70,04 miliar tentu menjadi perkembangan positif bagi perdagangan Kabupaten Blora.
Namun, capaian tersebut juga menyisakan tantangan mengenai bagaimana aktivitas perdagangan internasional dapat memberikan dampak lebih luas terhadap perekonomian masyarakat.
Mulai dari perajin mebel, tenaga kerja industri pengolahan kayu, produsen briket, pemasok bahan baku hingga pelaku usaha kecil yang terlibat dalam rantai produksi.
Pemerintah daerah berharap peningkatan ekspor tidak berhenti pada pertumbuhan angka transaksi perdagangan, tetapi juga mampu memperluas pasar produk lokal, membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dengan potensi mebel jati dan briket batok kelapa yang telah menembus pasar internasional, pekerjaan berikutnya adalah memperbanyak eksportir lokal agar produk Blora tidak hanya dikenal di luar negeri, tetapi juga semakin kuat memberikan nilai tambah bagi ekonomi daerah.