Gandeng PWI, Polresta Tuban Edukasi Mahasiswa-Santri tentang Bahaya Narkoba

Reporter : Redaksi
IPTU Khoirul Unsa ketika memberikan edukasi kepada mahasiswa dan santri tentang bahaya narkoba. (dok, memanggil.co)

Tuban, MEMANGGIL.CO – Masa muda seharusnya menjadi ruang untuk tumbuh, belajar, dan merancang masa depan. Namun, harapan itu bisa berubah menjadi ancaman ketika generasi muda salah memilih pergaulan dan terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika.

Ancaman narkoba bukan sekadar persoalan hukum. Lebih dari itu, peredarannya dapat merusak kesehatan, menghancurkan cita-cita, bahkan memutus masa depan seseorang.

Baca juga: Kapolresta Tuban Ajak Mahasiswa Jadi Pelopor Informasi Sehat dan Bentengi Diri dari Narkoba

Kesadaran inilah yang coba ditanamkan Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Tuban kepada kalangan mahasiswa dan santri melalui edukasi bahaya narkoba dalam kegiatan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI( Tuban Goes to Campus bertajuk Mata Pena Jurnalis di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Senori, Rabu (4/11/2026).

Mengusung tema "Mahasiswa Pelopor Informasi Sehat", kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengajak generasi muda memahami bahwa perang melawan narkoba bukan hanya tanggung jawab aparat kepolisian maupun pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

Kaur Bin Opsnal (KBO) Satresnarkoba Polresta Tuban, IPTU Khoirul Unsa, salah satu narasumber dalam kegiatan tersebut menegaskan bahwa pencegahan harus dilakukan sejak dini. Salah satunya dengan turun langsung ke lingkungan pendidikan untuk memberikan pemahaman mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika.

Menurutnya, ancaman terbesar generasi muda bukan semata-mata kurangnya kecerdasan ataupun kesempatan. Namun, ketika masa depan yang seharusnya dibangun dengan kerja keras justru hancur akibat pilihan yang keliru.

"Melawan narkoba bukan hanya tugas polisi, bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab kita semua," tegasnya di hadapan mahasiswa.

Dia mengingatkan, lingkungan kampus yang seharusnya menjadi tempat lahirnya pemikir-pemikir hebat jangan sampai justru menjadi ruang tumbuhnya generasi yang kehilangan arah akibat narkoba.

Karena itu, ia berpesan mahasiswa harus memiliki keberanian untuk menjaga diri sekaligus mengambil peran dalam melindungi lingkungan dan masyarakat dari ancaman narkotika.

"Mahasiswa harus berdiri di garis depan dan harus berani menjaga diri, lingkungan, dan masyarakat dari ancaman narkotika," jelasnya.

Kenali Jenis Narkoba, Jangan Pernah Mencoba

Dalam sesi edukasi, IPTU Khoirul tidak hanya menyampaikan ancaman narkoba secara umum. Dia juga mengajak mahasiswa mengenali jenis-jenis narkotika, golongan, serta dasar hukum yang mengatur penanganan penyalahgunaannya.

Melalui sejumlah gambar yang ditampilkan, peserta diperkenalkan dengan berbagai jenis narkotika yang beredar dan memiliki dampak berbahaya bagi kesehatan.

Di antaranya narkotika golongan I seperti ganja, heroin, dan kokain. Kemudian golongan II seperti morfin, petidin, dan fentanil. Sementara narkotika golongan III, salah satunya kodein.

Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai penyalahgunaan obat-obatan tertentu yang kerap disalahgunakan, seperti pil Y, dobel LL, dan Heximer.

Pengenalan tersebut diharapkan membuat mahasiswa lebih waspada terhadap berbagai bentuk dan modus penyalahgunaan zat terlarang, termasuk yang dikemas dengan tampilan atau istilah yang dianggap biasa dalam pergaulan.

"Kita hindari semua itu, dan jangan coba-coba karena sangat berbahaya," ungkapnya.

Baca juga: PWI Tuban Sambangi STAI Senori, Ajak 120 Mahasiswa Jadi Pelopor Informasi Sehat

Vape hingga Perubahan Perilaku Jadi Peringatan

Hal lain yang menjadi perhatian dalam edukasi tersebut adalah perkembangan tren penggunaan vape atau rokok elektrik yang perlu diwaspadai karena berpotensi disalahgunakan untuk mengonsumsi zat berbahaya, termasuk narkotika.

IPTU Khoirul juga menjelaskan sejumlah tanda yang patut diwaspadai ketika seseorang diduga mengalami penyalahgunaan narkoba.

Dari sisi fisik, perubahan yang mungkin terlihat antara lain mata merah dan penurunan berat badan secara drastis. Sementara dari sisi perilaku, seseorang bisa mengalami emosi tidak stabil, menjadi lebih tertutup, hingga sering berbohong.

Dampaknya juga dapat terlihat dalam kehidupan akademik maupun pekerjaan. Misalnya, mulai sering bolos, prestasi menurun, sulit berkonsentrasi, dan kehilangan semangat menjalani aktivitas sehari-hari.

Selain itu, perubahan pola keuangan dan kebiasaan juga perlu menjadi perhatian. Seperti sering membutuhkan uang dalam jumlah besar tanpa alasan jelas, kehilangan barang berharga, atau menunjukkan perilaku mencurigakan.

Meski demikian, tanda-tanda tersebut bukan bukti pasti seseorang menggunakan narkoba. Diperlukan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut untuk memastikannya.

Narkoba Bisa Hancurkan Masa Depan

Lebih jauh, IPTU Khoirul mengingatkan bahwa penyalahgunaan narkotika memiliki konsekuensi panjang. Bukan hanya merusak kesehatan fisik, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi psikologis, hubungan keluarga, hingga masa depan seseorang.

Baca juga: Ponsel Bisa Disadap Tanpa Klik, Pakar Untag Surabaya Ingatkan Bahaya Spyware bagi Demokrasi

Kerusakan otak, gangguan kesehatan, masalah jantung, rusaknya hubungan dengan keluarga, hingga persoalan hukum dan ancaman pidana menjadi sederet risiko yang harus dipahami generasi muda.

Karena itu, dia mengajak mahasiswa dan santri untuk membangun benteng perlindungan diri sejak sekarang.

Caranya bisa dimulai dari hal sederhana, seperti meningkatkan keimanan dan ketakwaan, mengisi waktu dengan kegiatan positif, memilih lingkungan pergaulan yang sehat, fokus mengejar cita-cita, serta membiasakan pola hidup sehat.

"Yang tidak kalah penting, mahasiswa harus memiliki keberanian untuk menolak segala bentuk ajakan menggunakan narkotika," terangnya.

Menurutnya, kemampuan mengatakan tidak merupakan salah satu bentuk ketegasan dalam menjaga masa depan.

Di akhir penyampaian materi, IPTU Khoirul mengajak seluruh mahasiswa membuktikan bahwa generasi muda bukan kelompok yang mudah dirusak oleh peredaran narkoba.

Ia berharap mahasiswa mampu menjadi pelopor perubahan dengan menyebarkan kesadaran tentang bahaya narkotika, dimulai dari lingkungan kampus, keluarga, hingga masyarakat.

"Marilah kita buktikan bahwa mahasiswa bukan generasi yang mudah dirusak, melainkan generasi yang berani melawan, berani bergerak, dan berani menyelamatkan masa depan. Sehat tanpa narkoba," pungkasnya.

Editor : Abdul Rohman

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru